Tentang Perpisahan

“Perpisahan memang menyakitkan. Tetapi niscaya. Dan kadang berakhir indah. Pada beberapa hal, keindahan itu juga niscaya. Seperti perpisahan seorang mukmin dengan dunia. Ia menuju surga. Seperti perpisahan para pentaubat dengan maksiatnya. Ia menghapus dosa. Seperti perpisahan seorang pengikrar syahadat dengan jahiliyah. Ia membangun sebuah kehidupan baru.”  

(Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim – Salim A. Fillah)

Kutipan dari pengarang buku favorit ane menyadarkan diri ini bahwa akan selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, termasuk perpisahan.

Perpisahan dengan satu sahabat, akan membawa kita bertemu dengan sahabat-sahabat baru, maka bertambahlah sahabat-sahabat yang kita miliki.

Perpisahan dengan ibu, akan membuat diri kita menjadi mandiri, tidak manja, dan banyak belajar. Rindu yang terakumulasi hingga meneteskan air mata, menambah kekuatan untuk selalu mendoakan beliau setiap hari dan malam, agar senantiasa senyum beliau merekah.

Perpisahan dengan ayah, akan membuat diri kita menjadi tegar, tidak mudah putus asa, dan senantiasa bersyukur. Rindu yang terakumulasi hingga meneteskan air mata, menambah semangat untuk selalu berjuang. Tak ingin perpisahan ini sia-sia, senyum beliau, karena kita, adalah cita-cita.

Perpisahan dengan keluarga untuk merantau, meninggalkan saudara-saudara di rumah, membuat kita menjadi pribadi yang selalu berusaha menempatkan diri dengan baik dimanapun berada. Membuat diri kita senantiasa berusaha mengerti orang lain, memahami orang lain, sehingga rindu yang terakumulasi hingga meneteskan air mata, terobati dengan hadirnya diri di tengah-tengah keluarga baru dalam perantauan.

Perpisahan dengan guru, ustadz, dan orang-orang hebat, akan membawa kaki kita untuk mendatangi guru, ustadz, dan orang-orang hebat lainnya, untuk kembali menggali ilmu, mengurai makna, serta mengambil pelajaran, hingga nantinya semakin kayalah hati kita.

Perpisahan dengan satu tempat, membawa kita ke tempat yang lain dengan pengalaman-pengalaman yang baru, pelajaran-pelajaran hidup yang baru, yang tak ternilai harganya.

Perpisahan dengan saudara-saudara seperjuangan, memberikan kita pemahaman, bahwa kita tidak terpisah, hanya melebarkan dan meluaskan lingkaran kita, seluas dan selebar aktivitas kita untuk selalu menebar manfaat di muka bumi.

Perpisahan..

Entah berapa kali diri kita harus merasakan perpisahan.

Dan selalu saja merasakan pahit dan sakit di awalnya.

Tak ingin berpisah, ingin selalu bersama, dalam hati terus mengeluh.

Tapi diri kitapun tahu pasti, bahwa setiap perpisahan yang dilalui, setiap perpisahan yang dirasakan, akan selalu menjadikan diri kita semakin kuat, hati kita semakin kaya, dan hidup kita semakin indah.

Ya, perpisahan, mungkin salah satu ujian dari Allah. Maka kita harus belajar untuk selalu mengambil hikmah dari setiap perpisahan.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘kami telah beriman’, dan mereka tidak diuji?” (AlAnkabut 2)

 

—Bandarlampung, 30 Januari 2014, senja yang syahdu ditemani deru pendingin ruangan dan server fakultas,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s