Sebuket Bunga, Sepucuk Puisi, Sejuta Cinta

Apakah yang kumiliki, Anak-anakku,
sehingga layak mendapat ucapan di hari ini,
bersama sebuket bunga, sepucuk puisi, dan sejuta cinta?

Karena diri ini tak lebih dari lelaki,
yang diamanahi menjadi seorang pengajar,
yang dianugerahi sedikit ilmu,
Tak lebih, tak lebih.

karena diri ini tak lebih dari lelaki yang khawatir,
ilmu yang keluar dari bibir ini salah,
laku yang tercipta dari diri ini keliru,
menghadirkan tauladan yang tak layak diteladani.

karena diri ini ini tak lebih dari jiwa yang kerdil,
dengan sabar yang tak luas,
dengan prasangka yang cenderung negatif,
dengan bijak yang dangkal,
pada kalian yang masih sangat muda.

Ya, kalian masih sangat muda.
Mengingatkan akan diri ini dulu,
penuh semangat, melompat.

Sungguh, Apakah yang kumiliki, Anak-anakku,
sehingga layak mendapat ucapan di hari ini,
bersama sebuket bunga, sepucuk puisi, dan sejuta cinta?

Karena diri ini tak lebih dari lelaki,
yang ingin anak-anaknya lebih hebat, melebihi dirinya sendiri.
yang ingin anak-anaknya menjadi manusia berbakat, melebihi dirinya sendiri.
Tapi melupakan hakikat bahwa kalian sudah hebat, dengan cara kalian sendiri.
Bahwa kalian adalah manusia yang berbakat, dengan cara kalian sendiri.

Karena diri ini tak lebih dari lelaki,
yang berusaha menghadirkan kalian,
dalam setiap doanya.
Semoga kalian kelak menjadi pribadi yang tangguh,
menebar manfaat dimanapun kalian berada.

Terima kasih untuk sebuket bunga,
sepucuk puisi,
dan sejuta cinta yang kalian berikan.

12274392_10206670359789659_2584675425370691269_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s