Hujan

Tak ada letihnya, bila kususuri kata demi kata, untuk menguraikan hujan.
Sungguh, tidak akan ada letihnya.
Hujan bagiku bukan sekedar tetesan air, hasil evaporasi dari tempat yang jauh di sana.
Lebih dari itu.
Hujan bagiku menyimpan banyak cerita.
Yang membuatku merasa menyesal sekaligus bersyukur,
Merasa bahagia sekaligus sedih,
Merasa hujan.

Pernah kurasakan hujan membasahi badan,
Bersama kawan, berlarian, bermain,
Basah oleh kebahagian.
Rasanya seperti melepaskan beban bersama setiap tetesan air yang membuat kuyup sekujur badan.

Pernah kurasakan hujan bersama tetes air mata,
Bersama sesak di dada, akan beban hidup yang saat itu rasanya begitu berat kupikul sendiri.
Rasanya seperti hujan menemaniku menangis.

Pernah kurasakan hujan bersama rasa syukur tak terkira, akan suatu anugerah yang Allah berikan kepadaku.
Bersama nyanyian rintiknya di dedaunan, aku merasa Allah begitu sayang pada setiap hamba-Nya.

Pernah kurasakan hujan bersama a sedih tak terkira, kehilangan orang tersayanga.

image

Bersama penyesalan yang teramat dalam, hujan membasuh diri yang tidak sempat menunjukkan yang terbaik pada sosok yang meninggalkan kami.

Dan pernah juga kurasakan hujan bersama keberanian, bahwa hidup kelak penuh liku, penuh onak, penuh duri.
Bersama seorang terkasih, menembus hujan, hati berani menentang apa yang kelak ditawarkan oleh hidup.

Hujan.
Juga membawa kenangan.
Tentang undakan,
Kelokan,
Juga ujian yang telah kulalui.

Bahwa sejatinya hidup ini adalah sebuah siklus,
Akan selalu ada hujan,
Selepas kemarau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s