Inilah Kita Ya Zaujatii

Suatu ketika Ustadz pernah berwejang pada seorang pemuda,
“Kalau antum nanti nikah, cari yang se-frekuensi”

Om Hewitt bilang dalam ‘Conceptual Physics’ nya kalau tiap benda memiliki elastisitas bahan yang kalau kena usikan akan bergetar menghasilkan bunyi dengan frekuensi khusus, ini disebut Natural frequency.

Selanjutnya Om Hewitt menjelaskan ketika suatu benda bergetar dan mengeluarkan bunyi kemudian ‘bertemu’ dengan benda lain yang memiliki Natural Frequency yang sama, maka keduanya akan bergetar menghasilkan bunyi dengan peningkatan amplitudo yang dramatis, ini disebut resonance.
kalau misalnya nda bertemu dengan yang sama Natural Frequency nya, maka tidak tercipta resonansi.

Di akhir penjelasan,
“The effects of resonance are all about us, Resonance underscores not only the sound of music, but the color of the autumn leaves, the height of the ocean tides, the operation of lasers, and a vast multitude of phenomena that add the beauty of the world about us”

Yah, paham betul wejangan tersebut secara fisikanya

Setelah menikah, ternyata natural frequency tiap orang tidak selalu tetap. Layaknya iman yang naik turun, terkadang dia tinggi terkadang dia rendah. Bila dua individu dengan frekuensi yang sama menikah, dan mengalami naik turunnya iman, frekuensinya tidak akan jauh berbeda.

Dalam fisika, bila dua benda menghasilkan bunyi dengan frekuensi yang sedikit berbeda, dua benda tersebut akan menghasilkan pelayangan. Fenomena dimana bunyi terdengar kuat dan lemah secara berulang.

Inilah kita, belajar untuk saling memahami diri masing-masing, frekuensi masing-masing. Mengoptimalkan frekuensi pada diri, agar senantiasa pada keadaan terbaiknya. Agar tercipta resonansi, agar tercipta keindahan, agar tercipta harmoni.

Namun, bila pelayangan yang harus terjadi. Biarlah kuat dan lemahnya menjadi pelajaran bagi kita. Bahwa hidup akan terus berputar. Bahwa laut terkadang pasang surut.

Maka inilah kita, belajar untuk senantiasa beresonansi, tapi akan terus belajar dari pelayangan yang terjadi.

Inilah kita, ya zaujatii, Rita Puspitasari.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s