Seorang Pemuda Jatuh Hati Terus Menerus pada Pemenuh Separuh Nafasnya.

Sayang, tahukah kamu?
Ramadhan tahun lalu,
Seorang pemuda jatuh hati,
Pada sebuah senyum,
Pada sebuah keanggunan,
Pada sebuah indah tutur kata,
Dalam nazhar,
Dalam ta’aruf.
Hingga dia tak alpa,
mengistikharahkan cintanya,
atas sebuah nama,
dalam doa,
“Mohon pilihkan  dari yang yang kupinta, pilihkan yang terbaik untukku.”

Sayang,
Seorang pemuda,
telah jatuh hati untuk pertama kali,
Pada sebuah nama.

Sayang, tahukah kamu?
Ramadhan ini,
Sang pemuda jatuh hati,
Pada sebuah senyum termanis,
Pada sebuah laku teranggun,
Pada sebuah laku terindah,
Dalam ta’aruf sejati,
Sehingga dia tak alpa melipat nama tersebut,
dalam doa, dalam syukur,
“Pencarianku kini telah berakhir. Jodoh berdua, begitulah takdir.”

Sayang,
Seorang pemuda,
Jatuh hati terus menerus,
Pada sebuah nama,
Pemenuh separuh nafasnya.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s