Mari Belajar Untuk Tidak Berasumsi

Mari belajar memandang manusia sebagai makhluk yang dinamis. Tidak adil rasanya bila kita menilai orang lain dari apa yang dia pernah lakukan di masa lalu. Everyone can learn from their mistakes and fix them in the future. All we have to do is forgive them by hating the mistakes not the person who made them.

image

Mari belajar membebaskan diri dari prasangka. Prasangka yang terlalu baik bisa melalaikan kita dan membebani orang lain, dan pada akhirnya akan mengecewakan diri kita sendiri. Prasangka buruk juga akan membebani kita dengan sikap menghakimi orang lain. Keep it balance.

Mari belajar menilai apa adanya. Menilai orang lain berdasarkan interaksi kita dengan mereka, dan katakan tidak tahu jika tidak tahu.
Mari belajar mengambil sikap yang sesuai, bukan karena keberpihakan, tapi karena kebenaran.
Mari belajar memandang orang lain bukan karena harta, keturunan, atau jabatan, bukankah Allah sudah menetapkan standar bahwa yang termulia di sisi Allah di antara kita adalah yang paling bertakwa?

Mari belajar, belajar, dan terus belajar. Tidakkah kita menginginkan menara cahaya yang menjulang di surga bagi mereka yang saling mencinta karena-Nya?

#notetomyself

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s