Tentang Sekolah Global Madani II : First Impression

“Mas, Naufal sudah keliling. Ke Kupang, Ke Bandung, kenapa sekarang memilih ke GM?”

“Sebenarnya lebih ke alasan pribadi, Bu. Saya ingin berdomisili di Bandarlampung. Ketika GM membuka lowongan guru Fisika, saya langsung mencoba apply.”

“Jadi Mas Naufal akan tinggal di sini?”

“In sya Allah, Bu”

Hari itu pertama kalinya saya datang ke Global Madani untuk walk-in interview. Saya ingat dengan jelas bagaimana ekspresi saya ketika ditanya seperti itu. Tidak ada alasan khusus kenapa saya melamar sebagai guru fisika di sini.

Empat tahun menjadi warga Bandarlampung membuat saya mendapat banyak kerabat dan keluarga di kota ini. Kesempatan untuk mengembangkan diri di sini juga banyak. Tepat sebelum yudisium pendidikan profesi, saya sudah memutuskan untuk kembali ke Bandarlampung. Ketika mengetahui Global Madani sedang melakukan open recruitment untuk guru fisika, saya pikir tidak ada salahnya mencoba. Saya bersama beberapa kawan pulang pergi Bandung-Bandarlampung untuk mengikuti walk-in interview di Global Madani.

Beberapa hal ditanyakan oleh Bu Dyah saat itu, namun yang membuat saya termenung adalah alasan kenapa saya ingin menjadi guru di Global Madani. I know nothing about the school where I will work, really know nothing.

phoca_thumb_l_1

Temu Awal Semester 2015/2016

Setelah walk-in interview itu saya mulai membuka situs sekolah. Saya mencoba membaca tiap bagian, termasuk bagian kurikulum. Saya tertarik dengan NASEC yang dimiliki oleh GM. Kurikulum yang dipakai di sini mencakup setiap aspek yang dibutuhkan dalam perkembangan peserta didik. It’s gonna be a great challenge and experience to be a teacher here. Saya pikir seperti itu. Panggilan untuk melakukan tes microteaching-pun datang. Saya kembali melakukan perjalanan ke Bandarlampung dengan persiapan yang menurut saya cukup untuk sebuah tes.

Ruangan yang sama saat saya melakukan walk-in interview, hanya saja sekarang dengan orang-orang yang lebih banyak sebagai interviewer–yang kemudian baru saya ketahui sebagai para pengelola yayasan;  Prof. Kadir, Prof. Nanik, Pak Erwanto, dan Bu Alvi.

Saya diminta untuk memulai pembelajaran dengan bahasa Inggris. Hingga saat akan menjelaskan konsep gerak melingkar, Prof. Kadir meminta saya menghentikan pembelajaran. Lalu saya diminta untuk menggunakan word dan excel pada laptop yang sudah disediakan. Pertama, saya diminta untuk menceritakan pengalaman saya dengan bahasa Indonesia, kemudian menerjemahkannya dalam bahasa Inggris. Kedua, saya diminta untuk mengolah nilai dengan menggunakan Excel. Alhamdulillah, no problem. Bersyukur saya sudah familiar dengan kedua program tersebut, walau tidak teralalu mahir.

Pak Erwanto kemudian menanyakan alasan saya ingin menjadi guru di Global Madani. Saya jelaskan seperti waktu interview termasuk tentang ketertarikan saya pada kurikulum yang dikembangkan di sekolah. Saya juga menjelaskan bahwa saya apply di beberapa sekolah. Ketika ditanya sekolah mana yang akan dipilih apabila beberapa sekolah tersebut merekrut saya. Saya katakan dengan jujur, saya akan memilih Global Madani, yang sesuai dengan bidang kelimuan saya, karena sekolah yang lain membutuhkan guru IPA, bukan guru Fisika.

Prof. Kadir bertanya  alasan saya memelihara janggut. Saya terkaget, is it relevant with the job I apply for? Saya menjawab dengan jelas, “Saya memelihara janggut karena ini sunnah.” Para pewancara mulai memberikan pertanyaan secara bertubi tentang hal tersebut. Bahkan Prof. Nanik bertanya apakah saya tergabung dalam ormas tertentu. Dari pertanyaan tersebut saya mulai paham apa yang dimaksud oleh Prof. Kadir sebenarnya. Saya menjelaskan bahwa tidak tergabung dalam ormas apapun.

Lima belas menit berlalu, Prof. Kadir meminta saya menyayikan sebuah lagu berbahasa Sunda. Hati saya sempat mencelos. Ini seleksi all-in, dimulai dari microteaching, menggunakan komputer, wawancara, dan sekarang diminta bernyanyi. Akhirnya, Bubuy Bulan terlantun di ruangan sampai Bu Alvi menghentikan saya. Saya sadar diri, suara saya tidak ada merdunya sama sekali.

Saya pulang dengan puas hati pada sore itu. I already gave my best . Tapi, saya  tidak berharap banyak dengan hasil tes tersebut, terlebih saat mengetahui bahwa salah satu kandidatnya adalah Salva, teman sekelas saya yang sudah lama mengajar di SMA. Saya kembali ke Bandung untuk menjalani yudisium dan wisuda pendidikan profesi.  Minggu berlalu, sms itu pun datang memberitahukan kapan saya harus menandatangani kontrak. Tak henti syukur terucap dari bibir seraya harap tertutur bahwa inilah kelak tempat yang cocok dengan apa yang saya idamkan.

Minggu berlalu, undangan itu pun datang. Para pegawai baru diminta untuk mengikuti School Academic Culture Training (Pelatihan Budaya Akademik Sekolah). GM memperhatikan kualitas para pegawai. Saya tertakjub dengan isi dari 4 hari pelatihan tersebut. Isinya mirip dengan prakondisi SM-3T dan orientasi PPG : transfer values yang memupuk kembali semangat untuk mendidik dengan hati.

I’m very excited as I learnt about school curriculum. NASEC is so comprehensive. This enriched curriculum covers all we need to educate a young generation. Kurikulum yang menyeluruh dengan aspek-aspek yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Sempat terpikir oleh saya, K13 baru disosialisaikan akhir tahun 2012 dan sekolah ini sudah menggunakan kurikulum seperti ini semenjak 2011. Ini menjadi bukti bahwa  GM serius dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa.

Saya juga merasa tertarik dengan sistem ExcelAppreciation. Sistem yang bila digunakan dengan baik akan mendidik siswa menjadi pribadi yang diinginkan oleh para founders GM, Insan Islami Cerdas Bermartabat. I’m really excited to be a part of this school.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s