Kenapa Harus Mencoba I’tikaf di Al-Wasi’i

Sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan merupakan waktu yang sayang bila dilewatkan begitu saja. RasuluLlah melipatgandakan ibadah-ibadahnya di malam-malam terakhir ini.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a : “Selama sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi (SAW) akan memperketat ikat pinggang dan menghabiskan malam dalam ibadah. Dia juga membangunkan keluarganya..” (Al Bukhari)

image

Suasana I'tikaf Malam Ke-23 Ramadhan


Kita sudah tahu pasti alasan kenapa RasuluLlah melakukan hal demikian. Ya, karena adanya Lailatul Qadr. Malam yang Allah gambarkan sebagai malam yang luar biasa dalam Surat Al-Qadr. Malam yang memiliki keutamaan 1000 bulan, yang tentu saja menjadi benda yang langka dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Berdasarkan hal tersebut, RasuluLlah memberikan contoh kepada kita untuk memanfaatkan waktu di malam-malam terakhir dengan banyak melakukan ibadah-ibadah dan beri’tikaf.

Saya tidak akan menjelaskan apa itu I’tikaf karena in sya Allah kita sudah paham semua. Lalu dimana tempat yang bisa kita beri’tikaf? Kalau di Bandarlampung ada banyak mesjid menyelenggarakan program i’tikaf untuk umum dengan program menarik selama menjalankan i’tikaf. Salah satunya Masjid Al-Wasi’i.

Kalau anak Unila pasti hafal Al-Wasi’i. Masjid kampus yang ada di jalur dua Unila ini biasanya jadi tujuan utama warga muslim Unila menjelang waktu dzuhur dan ashar. Terkadang ramai juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang mengerjakan laporan, tugas, berdiskusi, dan sebagainya.

Di bulan Ramadhan, keramaian di Al-Wasi’i meningkat drastis, terutama menjelang waktu berbuka. Karena pihak Al-Wasi’i menyajikan takjil gratis secara rutin tiap tahunnya. Dan ini setidaknya mengundang kurang lebih 300an orang tiap harinya yang mayoritas adalah mahasiswa PPT (Para Pencari Takjil).

Untuk program I’tikaf, Al-Wasi’i menyediakan pelayanan yang menarik sehingga jama’ah bisa dengan nyaman beribadah selama 10 Ramadhan terakhir. Secara garis besar, setidaknya ada 4 alasan kenapa harus mencoba i’tikaf di Wasi’i.

Fasilitas MCK dan Wudhu yang Nyaman
Bagi sebagian besar orang yang saya kenal, kedua fasilitas ini merupakan fasilitas utama yang menjadi pertimbangan mereka untuk menentukan tempat beri’tikaf. Logis menurut saya, karena i’tikaf mengharuskan kita untuk berdiam diri di dalam masjid selama yang kita bisa, yang artinya kita harus mandi, BAK, BAB, dan tentu saja Wudhu di areal masjid. Bisa dibayangkan bila tempat yang akan sering kita kunjungi, setelah ruang utama mesjid, merupakan tempat yang tidak begitu nyaman. Misal, lembab, kotor, suplai air kurang, dan hal-hal lain yang membuat tidak nyaman. Tentu saja hal ini secara tidak langsung mempengaruhi kenyamanan jama’ah beri’tikaf.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa fasilitas MCK dan wudhu di Al-Wasi’i merupakan yang terbersih dan ternyaman di kawasan Unila. Karena salah satu concern utama para anggota BPH Al-Wasi’i adalah menjaga kebersihan dan kerapihan kedua fasilitas ini jadi jama’ah bisa dengan nyaman menggunakannya. Ya, paling harus siap-siap antri saja saat selepas sahur dan ashar, karena jumlah kamar mandi yang belum memadai dengan jumlah jama’ah i’tikaf yang banyak, terutama di malam-malam ganjil.

Pelayanan Prima Bagi Jama’ah
AlhamduliLlah, Al-Wasi’i dipunggawai oleh anggota BPH yang siap melayani jama’ah dengan baik. Mereka berusaha memberikan sebaik-baiknya pelayanan bagi semua jama’ah.

Jama’ah I’tikaf tidak perlu khawatir dengan makan sahur dan berbuka. Kita hanya perlu melakukan registrasi di pintu selatan masjid dengan membayar infaq sebanyak makan sahur dan berbuka kita di sana. Jumlah infaq yang dibayarkan untuk tahun ini sebesar 6000 rupiah/makan, naik sedikit dari tahun lalu. Dengan sejumlah itu, jama’ah sudah bisa menikmati makan sahur dan berbuka dengan nikmat. Plus takjil dan stok minuman selama i’tikaf berlangsung.

image

Anggota BPH Bersama Jama'ah Bergotong Royong Mencuci Tempat Makan Takjil

Selain soal perut, pelayanan terbaik juga diusahakan oleh anggota BPH. Seperti dibangunkan saat waktunya Tahajud, penjagaan kendaraan bermotor oleh petugas piket, serta ruang utama dan fasilitas MCK yang rutin dibersihkan tiap pagi.

image

General Check Up Gratis

Soal keamanan, Al – Wasi’i sudah dilengkapi kamera CCTV di beberapa tempat. Akan tetapi, tetap saja ini menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing jama’ah i’tikaf.

Ruhiyah Dapet, ‘Ilmi Dapet
Salah satu alasan yang membuat “ketagihan” untuk menghabiskan 10 hari terakhir Ramadhan di Masjid Al-Wasi’i Unila adalah kajian tafsir, tahsin, dan tahfidz tematik bersama Ustadz Hasan Basri.

image

Kajian Bersama Ustadz Hasan Basri

Tahun lalu, jama’ah diajak untuk mengambil hikmah dari kisahnya Yusuf. Tentang tanda kenabian, tipu daya, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, menjaga kehormatan, masuk penjara, memiliki jabatan, memaafkan saudara. Semuanya lengkap dibahas.

Tahun ini, jama’ah diajak untuk mengkaji As-Syu’ara. Beberapa hari kemarin diajak untuk mengambil hikmah dari keberanian dan cerdasnya Musa dalam beradu argumen dengan fir’aun, bertanding dengan para ahli sihir, hingga membawa Bani Israil exodus ke tanah palestina.

Pagi ini masuk ke kisahnya Ibrahim, yang keren bingits dalam berlogika dan santun dalam bertutur kata kepada Ayah dan kaumnya yang menyembah berhala. Tadi juga diajak untuk mentadaburi bagaimana Ibrahim mendeskripsikan kedekatannya dengan Allah SWT dan doa-doanya yang mengguncang.

image

Setor Hafalan Surat As-Syu'ara

Yang paling seru dari kajian ini, Ustz. Hasan selalu mengaitkan bagaimana kejadian-kejadian yang terjadi beribu tahun lalu dengan kondisi saat ini. Jadi bisa belajar untuk mengambil ibroh. Beliau juga kece badai ngajarin tahsin dan tahfidz-nya. Abi Hasan tea.

Dan memang belajar kisah-kisah nabi dan orang soleh terdahulu yang tertulis dalam Al-Qur’an bisa meningkatkan semangat untuk berusaha memperbaiki diri terus menerus. Pokoknya ruhiyah dapet, ‘ilmi dapet. In Sya Allah.

Suasana Kekeluargaan yang Hangat
Beberapa kenalan saya berusaha untuk menjauhi tempat dengan banyak orang yang dia kenal untuk melakukan i’tikaf disebabkan mereka hawatir akan banyak mengobrol daripada beribadah.

Berkebalikan dengan hal tersebut, suasana di Al-Wasi’i malah membuat orang-orang nyaman untuk berkumpul, dan berbagi cerita. Layaknya sebuah reuni yang hanya dilakukan satu tahun sekali.

Kebanyakan jama’ah i’tikaf di Wasi’i adalah alumni dan mahasiswa dari Unila sehingga momen i’tikaf ini dijadikan sebagai momen reuni. Berjumpa lagi dengan saudara-saudara seiman, yang barangkali susah bertemu selama satu tahun walaupun sama-sama stay di Bandarlampung.

image

Makan Malam Bersama di Hari ke-28 Ramadhan

Kebersamaan akan terasa saat makan takjil, makan malam, dan makan sahur. Entah itu lewat obrolan ringan, sedikit mocking, atau saling throw jokes.

Kita juga bisa menambah kenalan, tidak hanya sesama dari Unila. Tetapi juga dari kampus-kampus lain dari Lampung dan luar Lampung.

image

Keluarga karena Iman

Ada sebuah tradisi yang biasa dilakukan oleh jama’ah i’tikaf Al-Wasi’i. Yakni saling berpamitan bila akan pergi meninggalkan mesjid duluan. Selain itu, jama’ah juga saling bertukar kontak dan berjanji akan datang di ramadhan berikutnya. Bila Allah izinkan.

***
Itu 4 alasan yang bisa saya rangkum untuk mencoba I’tikaf di Al-Wasi’i. Bagi saya pribadi, ada satu alasan yang lebih penting yang membuat saya kembali ke sini. Walaupun pernah di Kupang dan di Bandung, saya selalu berusaha untuk kembali ke tempat ini.

Selalu berusaha untuk kembali ke tempat dimana saya menemukan ‘diri’ saya. Selalu berusaha kembali ke tempat dimana saya bisa berkumpul dengan orang-orang yang senantiasa berjuang untuk meningkatkan kedekatannya dengan Allah SWT. Selalu berusaha untuk membersamai mereka yang mentarbiyahi diri selama 10 hari untuk kehidupannya 11 bulan yang akan datang. Selalu berusaha bertemu dengan mereka yang tidak malu bercita dan bermimpi sambil berjuang dan berdoa kepada-Nya, yang paham bahwa hidup ini adalah untuk menghamba pada-Nya saja.

Ya, sampai bertemu di Ramadhan berikutnya, saudara-saudaraku.

In sya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s