Sumber Rejo dan Akad Si Kepala Bujang

“Belum pernah terlihat ada obat yang lebih mujarab bagi dua orang yang jatuh cintaselain menikah” (H.R. Ibnu Majah)

Masih dalam suasana lebaran, saya dan istri harus kembali ke Bandarlampung lebih awal, padahal hari pertama masuk ke sekolah masih beberapa hari lagi. Ada dua hal yang mendasari. Pertama, saya sudah membuat janji dengan Abi Hasan akan datang di walimahnya Mr. Fajar pada tanggal 12 Juli ini. Kedua, saya dan istri bisa ikut tebengan kakak yang hendak pulang ke Menggala lebih awal. (hemat ongkos coy hehehe).

IMG_20160712_131641

Senyumnya beda euy

Jadi, tanggal 11 juli kami sudah deal untuk berangkat ke acara pagi sekali supaya bisa menghadari akad nikahnya. Ummu Afif masih di Kalimantan dan istri saya masih letih setelah perjalanan mudik sehari sebelumnya. Sehingga kami berdua akan berangkat menggunakan sepeda motor, dan Abi Hasan yang membonceng. Kapan lagi dibonceng Abi Hasan. Hehehe

Pukul 07.40 kami bertolak dari kampus Global Madani menuju Kabupaten Tanggamus, tempat pelaksanaan akad dan walimahnya Mr. Fajar. Ini untuk pertama kalinya saya menempuh perjalanan ke daerah sana dengan menggunakan sepeda motor. Biasanya bersama rombongan tim penelitian duduk manis di dalam mobil sementara Om Edi bergulat dengan setir menuju Pesisir Barat.

Jalan lintas barat Sumatera ini memang menembus beberapa kabupaten di Lampung hingga akhirnya sampai ke Bengkulu. Setelah keluar dari Bandarlampung, kita akan masuk ke Kabupaten Pesawaran, lanjut ke Kabupaten Pringsewu, dan akhirnya Tanggamus. Bila dilanjutkan, jalan tersebut akan menembus Taman Nasional Bukit Barisan hingga akhirnya sampai ke Daerah Pesisir Barat dan perbatasan Lampung dengan Bengkulu. Jalannya pun relatif mulus dibandingkan jalan lintas timur.

Perjalanan kami relatif aman dan lancar. Sudah tidak ada lagi kepadatan arus mudik. Sepanjang perjalanan banyak yang kami obrolkan. Dari isu terbaru di pemerintahan, fenomena Brexit, dan beberapa bumbu-bumbu cerita pribadi. Berbekal GPS pada hape, kami melaju menuju Pasar Gisting, tepatnya di pertigaan Gunung Batu.

Masuk ke pertigaan, suasana pegunungan semakin terasa. Udara sejuk, pepohonan di kanan-kiri jalan, wangi bunga, beberapa ladang sayuran. Saya sempat beberapa kali menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan perasaan lega. Suasana yang mengingatkan saya tentang Bumi Siliwangi. Saya kurang tahu gunung apa yang ada di depan kami, tapi dengan melihat gunung tersebut menjulang, hati dan pikiran terasa tentram. Ahh….

Suasana Pegunungan yang Luar Biasa

Suasana Pegunungan yang Luar Biasa

Dan ternyata, tempat ini juga dijadikan sebagai daerah homestay siswa kelas IX dan XII tahun lalu. Pantas saja Abi Hasan seperti ingat-ingat-lupa jalan.

Sesampainya di tempat hajat, kami kira mempelai pria belum datang, karena tampak sepi. Tetapi setelah bertanya pada beberapa orang di situ, kami diarahkan ke masjid tempat akad nikah sedang berlangsung, “Oh.. Akad nikahnya di mesjid, Bi.”

Kamipun segera pergi menuju mesjid yang tidak jauh dari tempat acara. Di tempat parkir, suara Mr.Fajar terdengar dari pengeras suara. Surat Ar-Rahman terlantun. Saya segera masuk ke ruang utama masjid setelah sebelumnya matur kepada Abi Hasan untuk masuk duluan. Dan benar saja perkiraan kami, Mr. Fajar sedang menyetor hafalan Surat Ar-Rahman. Masya Allah…

IMG_20160712_093710

Momen Penyetoran Hafalan Surat Ar-Rahman

Tangan saya gemetar merekam momen berharga ini. Air mata tidak terasa jauh dari kelopak mata. Dada bergetar dengan kencangnya. Kaki terasa lemas. Masya Allah…

Oke, sebelumnya saya jelaskan mengapa saya merasa demikian.

Mr. Fajar adalah adik tingkat saya di Pendidikan Fisika. Kami juga masuk ke dalam presidium Himasakta masa bakti 2011/2012.Sehingga saya kenal akrab dengan beliau. Di SMA Global Madani, beliau bisa dibilang senior saya, karena sudah menjadi guru fisika lebih dulu. Hanya saja, tahun ajaran nanti sudah tidak lagi mengajar, menikah dengan pujaan hati inilah yang membuat beliau resign.

Isu Fajar menjalin asmara dengan Wahyu sudah jadi rahasia umum di kalangan guru-guru SMA, bahkan beberapa teman sayapun sudah paham. Alasan yang membuat beliau tidak melanjutkan kontrak di GM adalah wahyu yang keterima PNS di Bengkulu. Sehingga mau tidak mau Fajar harus berangkat ke sana, tidak mungkin bila harus menjalani LDM padahal sudah menjalani LDR cukup lama.

Selama menjalani LDR ini, Fajar banyak mendapat bully-an dari para rekan guru yang sudah tidak lagi membujang, termasuk saya. Bahkan Fajar mendapat julukan Kepala Bujang Sekolah Global Madani. Jabatan yang beliau pegang selama 2 tahun terakhir. Hehehe.

IMG_20160712_104014

Foto Bersama Kepala Bujang yang Baru, Abi Edi. Hehehe

Selama menjalani LDR ini pula, Fajar beberapa kali bertanya kepada saya soal persiapan menjelang pernikahan. Ya, saya jelaskan berdasarkan pengalaman saya. (Ciee pengalaman). Termasuk masalah mas kawin.

Kembali ke akad. Tak disangka, salah satu mas kawin yang diberikan adalah Surat yang biasa beliau muraja’ah di Morning Meeting. Surat yang biasa beliau baca pakai pengeras susua di Masjid Al-Madani. Surat yang penuh dengan kekuasaan Allah atas nikmat-nikmat yang telah diberi. Surat yang penuh arti…

Ah… Saat ayat terakhir dibacakan, saya menoleh ke arah Abi Hasan dan Abi Edi, “Terharu Bi.” Sambil menghapus tetes air mata. Sungguh terharu. Hal yang biasa saya dengar adalah seorang pria menjadikan Surat Ar-Rahman sebagai mas kawin. Hal yang tidak biasa bagi saya adalah ketika yang melakukan hal tersebut adalah orang yang saya kenal baik dan saya hadir pada saat momen berharga tersebut. Masya Allah…

Masya Allah… Sungguh Akad yang menggetarkan hati. Surat Ar-Rahman sebagai bukti cinta.

Benarlah apa kata RasuluLLah

“Belum pernah terlihat ada obat yang lebih mujarab bagi dua orang yang jatuh cintaselain menikah” (H.R. Ibnu Majah)

IMG_20160712_135719

Sudah Halal Sekarang Mah

Ijab Qobul berjalan lancar. Acara adatpun berjalan lancar. Bahkan saya sampai terbawa suasana pada saat berlangsungnya acara adat. Pertama kali melihat acara adat pernikahan jawa yang lengkap kayak gitu. Setelah foto bersama rekan-rekan guru GM, Pak Medi dan Abi Edi menyumbang lagu, kamipun pamit pulang.

IMG_20160712_132811

Acara Adat

Sepanjang perjalanan saya masih mengingat momen yang luar biasa tadi.

Sumber Rejo hari itu sungguh luar biasa, selain alam dan suasananya, juga menjadi saksi berlangsungnya sebuah pembuktian cinta, akadnya si kepala bujang.

Ya, BarakaLLahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoir.

Selamat..

Selamat..

Selamat..

IMG_20160712_142948

Foto Bersama Rekan Sekolah Global Madani

***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s