Arti Sebuah Nama

Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim no. 2135)

Masih dalam suasana bulan syawal, dan oleh-oleh dari lebaran tahun ini adalah banyaknya pertanyaan dari para kerabat,
“Istrinya udah hamil belum?”
“Sudah berapa bulan?”
“Laki-laki atau Perempuan?”

Saya dan istri sebenarnya tidak mempermasalahkan perihal gender, yang terpenting kelak si dedek (panggilan kami berdua buat bayi dalam perut istri) lahir dengan sehat dan selamat, dan istri saya juga begitu.

10665946_10203861164801540_1379701871622080970_n

Ilustrasi dari Anime Barakamon

Namun, sedikit banyak agak kepikiran juga, karena beberapa kerabat sudah ada yang ‘tag’ mau kasih ‘sesuatu’ buat si dedek, dan itu berdasarkan gender. (AlhamduliLlah, belum lahir saja sudah banyak yang bahagia). Hingga  kami berandai-andai, gimana kalau cewek, gimana kalau cowok, yang akhirnya jadilah kepikiran soal mempersiapkan nama.

“Kalau laki-laki, harus ada Ahmad dan Umam, A”
“Iya, kalau gitu Ahmad Naufal Umam Junior saja, yang!!!” Saya terkekeh, si cinta ikut tertawa. Diskusi panjang akhirnya terjadi. Mulai dari nama dari bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Jerman, hingga Bahasa Jepang.

Hingga saya beberapa kali browsing ke situs-situs arti nama, diantaranya

  1. Behind The Name
  2. Cari Arti Nama
  3. 921 Rangkaian Nama Bayi Laki-laki
  4. 1150 Rangkaian Nama bayi Perempuan

dan beberapa situs lainnya, yang membuat saya bertambah bingung karena makin banyak referensi.

Memang urusan memilih nama ini bukan urusan mudah, apalagi untuk pertama kalinya seperti kami. Ya, tidak seperti nama di akun social media yang bisa diganti sesuai keinginan kita. Nama anak kita akan melekat pada diri, dan tentunya menjadi harapan serta doa yang terbaik dari orang tuanya.

Kalau sudah ingat seperti itu, saya semakin bingung. Hahaha…

Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid dalam bukunya Prophetic Parenting menyiapkan 10 halaman lebih membahas tentang keutamaan dan tuntunan memberi nama yang baik bagi bayi  yang  baru lahir. Yang secara garis besar intinya adalah.

  • Nama yang diambil adalah nama orang-orang yang memegang teguh agama Allah, seperti para Nabi dan orang sholeh terdahulu.
  • Tidak memilih nama-nama yang  memiliki arti buruk dan tidak syar’i
  • Nama yang diberikan memiliki jumlah huruf yang sedikit, ringan di lidah, mudah diucapkan, dan gampang didengar
  • Nama yang diberikan memiliki arti yang baik dan sesuai dengan pemiliki nama dengan memperhatikan status sosialnya di masyarakat.

Dengan 4 pertimbangan memilih nama ini, kami akhirnya sepakat untuk berpegang pada hadist ini

Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim no. 2135)

In sya Allah, dengan tambahan sedikit, semoga kelak nama yang kami pilih bisa menjadi doa yang Allah kabulkan bagi si dedek nanti. Amiin. Tapi kayaknya masih harus bersabar juga, cek ke dokter sebelum lebaran kemarin, si dedek masih ‘nyumput’ aja. Jadi masih belum deal  prihal nama.

Overall, tidak ada pengharapan yang lebih tinggi lagi, semoga Allah memberikan kami kesehatan dan kelancaran serta kekuatan untuk bisa menjadi Abah dan Umi yang sholeh dan sholehah bagi putra/putri kami kelak,

Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s