Guru dan Menjadi Bijak

Menjadi guru menuntut kita untuk bijak.
Dalam segala hal.
Termasuk dalam menghadapi “keunikan” siswa.
Karena tiap siswa memiliki karakter masing-masing, dengan segala latar belakang yang berbeda.

Cara “ngasuh”-nya pun berbeda.
Ada yang harus diembeli kata “cantik” atau “ganteng”, ada yang harus diberi contoh dulu, ada yang harus diajak debat dulu, ada yang harus diajak ngobrol dulu, ada yang ini-itu.

Processed with VSCO with a1 preset

Processed with VSCO with a1 preset

Itu semua menuntut guru untuk bijak, tidak men-judge dari sudut pandang kita sendiri. Apalagi sampai membandingkan dengan yang lain.
Selalu ada alasan yang kita tidak ketahui yang membuat mereka melakukan perilaku tidak baik.

Sehingga membutuhkan hati yang lapang dari seorang guru untuk tidak pernah berhenti membimbing mereka. Selalu mengingatkan mana yang baik dan buruk.

Karena kita tidak pernah tahu akan menjadi apa mereka nantinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s