Tentang Cita-Cita Tertinggi

Kita mendiskusikan arti kebahagiaan.
Tentang bagaimana orang-orang mengukur kebahagian oleh kemapanan, oleh kekayaan, oleh hal yang tampak di depan mata.
Kitapun berbagi kisah,
Tentang apa yang terjadi hari ini,
Tentang rekan kerja, tentang siswa,
Tentang semuanya.
Kita juga merencanakan beberapa kegiatan di akhir minggu ini, dan beberapa hari ke depan.

14457268_10209021003674287_6507003782213270945_n


Saya tahu, saya tidak pernah bisa meluangkan waktu yang cukup untuk kita.
Tapi sepertinya dirimu mengerti.
Seperti saya yang mencoba mengerti, dengan segala amanah yang harus kau tunaikan di luar sana.
Ya.. Kita tahu, bahwa hidup ini adalah lompatan dari satu peran ke peran yang lain, dari satu amanah ke amanah yang lain.
Tak mengapa, karena inilah komitmen kita di awal ta’aruf, “Dipertemukan oleh dakwah, akan saling mendukung dalam dakwah.” Tak mengapa, karena dari sini kau mengajariku tentang pentingnya memegang teguh Izzah.
Seperti saya yang mengajarimu tentang memberikan sedikit waktu untuk dirimu sendiri.
Tak mengapa,
sungguh tak mengapa.
Inilah kita saling mendukung,
Satu sama lain,
Manaiki tangga,
Mencari ridho-Nya.

Karena kita sama-sama tahu,
Berdua menuju surga-Nya,
Adalah cita-cita tertinggi,
Dalam hati,
Dan bentuk kebahagiaan sejati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s