Kamu, Hujan, dan Segelas Teh Hangat.

And then my soul saw you,
it kind went of “Oh, there you are.. I’ve been looking all over for you.”
It’s like a wake up call to be a better person since you come to my life..
You are my lifetime partner,
the one who always keep me sane.
I pray that we always together now, tomorrow, and hereafter.

Berbulan lalu, ketika kuputuskan untuk melepas kesendirian, namamu hadir.
Hanya sebuah nama tak pernah aku tahu, bersama 2 lembar tulisan yang menceritakan secara singkat sang pemilik nama, dan apa kriteria calon pendamping yang kamu inginkan. “Sholeh.” Satu kata itu membekas sekali,
Sampai berkali-kali diri ini mempertanyakan, “Sudah sholeh-kah saya?” Ragu, khawatir, takut.
Jauh sekali kualitas diri dengan apa yang kamu kriteriakan.
Tapi hati ini yakin atas janji-Nya,
Maka kulipat namamu dalam sujud istikharah-ku.
Processed with VSCO with a5 preset
Berbulan lalu, ketika kuputuskan untuk melanjutkan proses itu, senyummu hadir.
Hanya sebuah senyum yang tak pernah kulihat, yang berhasil membuat jantung ini berdegub, kaki ini kebas, hati ini beresonasi. “Dipertemukan oleh dakwah, akan saling mendukung dalam dakwah.” Satu kalimat yang terucap begitu saja,
Menghadirkan kekhawatiran, “Bisakah saya istiqomah?” Ragu, khawatir, takut.
Jauh sekali kualitas diri ini.
Tapi hati ini yakin atas janji-Nya,
Maka kulipat namamu dalam sujud istikharah-ku, lagi

Berbulan lalu, saat kuputuskan untuk mengkhitbah dirimu, anggunmu hadir.
Hanya keanggunan yang berhasil membuatku berkali melirik ke arahmu, keanggunan yang kembali membuat
jantung ini berdegub, kaki ini kebas, hati ini beresonasi. “Jadi kapan akadnya?” Satu tanya yang membuatku terhenyak.
Menghadirkan ketakutan yang semakin besar. “Apa yang sudah kupersiapkan?” Ragu, khawatir, takut.
Jauh sekali kualitas diri ini.
Tapi hati ini yakin atas janji-Nya,
Maka kulipat namamu dalam sujud istikharah-ku, lagi dan lagi.
Semenjak tangan Papa menggenggam tanganku, para malaikat menyaksikan,
Dan mitsaqan ghaliza tertunaikan,
Aku percaya,
Kamu adalah jawaban atas doa-doaku.
Jawaban atas keraguan dan kekhawatiranku.
Layaknya hujan yang memberikan kesegaran pada alam.
Layaknya segelas teh yang memberikan kehangatan.
Ya, kamu adalah hujan,
Kamu adalah segelas teh hangat,
Yang nyata,
Layaknya cinta yang bersemi,
Di sini,
Di dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s