Bermuhasabah itu

​Bermuhasabah di lapis-lapis keberkahan, akan membuat kita tercengang bahwa amalan kita memang hanyalah setetes air dibanding lautan nikmat-Nya.

Bermuhasabah di lapis-lapis keberkahan, akan membuat kita tersentak bahwa dosa-dosa kita lebih menggunung dibanding segala capaian yang membuat kita berbangga.

Bermuhasabah di lapis-lapis keberkahan, akan membuat kita tertegun bahwa sungguh yang kita persiapkan untuk akhirat sama sekali belum seberapa.

Lalu kita pun merunduk, lalu kita pun bersibuk. Sebab, mengetahui kekurangan membuat kita ingin menambah. Sebab, mengalami kelemahan membuat kita hendak berbenah.

“Siapa yang menyaksikan pada dirinya ada keadaan lemah,” demikan Imam Syafi’i menasehati, “maka dia akan mencapai istiqamah. Maka teruslah kau bermuhasabah, untuk melihat betapa lemah dan faqirnya dirimu. Dengan begitu, kau akan berada dalam keadaan istiqamah selalu”

— Salim A. Fillah, membahas Muhasabah dalam “Lapis-Lapis Keberkahan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s