Azalia dan Hafalan Abah

Dari awal kehamilan istri, saya sudah bernazar, akan menambah 1 juz hafalan sampai anak kami lahir. Semangat menghafal naik turun, paling seneng kalau muraja’ah terus si kecil ngerespon dalam perut uminya. Tersisa satu lembar lagi. Dan hampir satu bulan nda nambah-nambah, muraja’ah pun jarang.

Tanggal 10 November lalu, cek ke dokter kandungan, dikasih tahu kalau hari lahirnya maju, seminggu dari hari itu.
Maka kami berduapun menunggu. Tiap malam ngajak ngobrol, “Dek, ya kalau mau keluar.. Keluar saja.. Abah dan Umi sudah tidak sabar.” Tiap jalan pagi bilang, “Ayo dek keluar, Abah capek juga jalan kaki terus tiap hari.” Sepertinya nda mempan juga. Nda ada tanda-tanda mau lahiran sama sekali. Sampai akhirnya kepikiran, apa si dede ini nagih janji Abahnya.

Maka mulailah menambah lagi hafalan. Hingga kamis pagi, saat saya bilang ke uminya, “Yang, 2 ayat terakhir selesai.. Lengkap 1 juz.” Tak berapa lama, istri mulai kerasa mules-mules. Setelah melalui proses yang membuat jantung mau lepas, akhirnya lahirlah putri kami yang cantik. Normal dan lancar.

img_20161125_161404

SubhanaLlah.. WalhamduliLlah… Allahuakbar.
In sya Allah.. Akan Abah jaga hafalan ini, seperti Abah akan jaga kamu.
Hari ini, esok dan seterusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s