Doa

“Being someone favorite’s teacher is by far one of the best compliments you can ever receive.” – Jenealle Lynch

Sehari sebelum report day, saat kami sedang mempersiapkan ‘jualan’ untuk market day, salah satu siswi pamit tidak bisa mengambil raport pada hari itu.
“Ayah Ibu sibuk ya?”
“Pergi Umroh, Bah.”
“Hmm… Kamu gak ikut, Nak?”
“Ikut Bah.. Kami semua berangkat.”
“AlhamduliLlah. Ibadahnya yang bener. Doanya diperbagus. Mudah-mudahan keterima SNMPTN atau SBMTPN-nya. Doain juga temen-temennya.”
“Iya Bah. Abah mau didoain apa?”
“Doain semoga Abah juga segera ke sana.”
“Doain saya juga. Biar saya jadi pengusaha sukses. Nanti saya berangkatin Abah umroh.” Siswa yang lain nyeletuk. Saya tersenyum, dada rasanya bergemuruh.

15740848_10209802913461543_6179427520396460959_n
“Amiin.. In sya Allah.. Di kelas ini jadi orang sukses semua.”
Semua serentak mengamini.


Tadi sore, beberapa pesan masuk ke Line, berisi gambar-gambat pemandangan tanah suci dikirimkan oleh siswi tersebut. Dan yang membuat berbeda adalah kertas bertuliskan nama saya dan kelas kami. Saya tersenyum sendiri. Lagi-lagi dada bergemuruh.

Sungguh, perasaan seperti ini yang menjadikan profesi seorang guru menjadi sangat membahagiakan.
Perasaan bahagia karena mereka menjadikan kita sebagai bagian dari kehidupan yang mereka miliki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s