Qaulan Sadida

Kebiasaan mengajak Azalia getting involve dalam aktivitas kami sudah kami lakukan semenjak dia di dalam kandungan.
“Abah berangkat dulu ya dek.”
“Umi shalat dulu ya dek.”
“Nanti tilawah sama Abah ya dek.”
Biasanya akan ada respon berupa tendangan atau gerakan di dalam perut uminya.

Kebiasaan ini berlanjut sampai sekarang. Biasanya ketika Azalia sedang ‘ngajak’ main atau ngobrol, terus saya pamit, “Abah ke mesjid dulu ya Dek.” Dia akan anteng sampai saya kembali pulang ke rumah.
Begitu juga jika uminya pamit, “Umi shalat dulu ya.” Azalia yang tadinya ‘aktif’ akan diam menunggu uminya shalat.

Kejadian-kejadian seperti ini banyak terjadi dan saya mikirnya, “Ah.. Cuma kebetulan saja. Azalia belum paham.” Namun, kejadian tadi sore membuat saya recall semua kejadian sebelumnya dan berkesimpulan bahwa pemikiran saya salah.

16406675_10210154330406747_9141404414494545194_n

Jadi ceritanya tadi pagi kami sepakat bahwa Azalia akan stay dengan saya saat Uminya hadir agenda pekanan. Tapi sebelum uminya berangkat, kesepakatan tadi batal, karena khawatir kalau Azalia bakal menangis. Azalia akan ikut uminya seperti pekan-pekan sebelumnya.

Saya menggendong Azalia sampai di lokasi yang tidak jauh dari kontrakan kami. Sampai di lokasi, saat uminya hendak mengambil Azalia dari gendongan saya, dia malah makin mendekapkan badannya ke pelukan saya. Makin dicoba malah makin nda mau diambil.

Setelah beberapa kali percobaan, saya semakin nda tega.
“Iya deh. Adek sama Abah aja.”
“Beneran gak apa-apa? Kalau dia nangis Abah anter aja ya ke sini.”
“Iya Mi.”

Saya kembali pulang dengan Azalia yang terlelap dalam gendongan. Azalia terus tertidur sampai uminya pulang. Hanya sekali terbangun, seperti memastikan bahwa saya masih di dekatnya.

Kami mengobrolkan kejadian ini, mengaitkan dengan kejadian-kejadian sebelumnya, dan berkesimpulan bahwa Azalia understands exactly what we do. Dia paham betul apa yang disampaikan atau dijanjikan, bersabar, dan akhirnya menagih janji.

Ah… Sepertinya harus terus berhati-hati dan istiqomah menyampaikan qaulan sadida.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s