Parents Bonding

Beberapa hari lalu saya membaca tentang pentingnya emotional bonding antara anak dengan orangtua, dimana bonding ini akan membantu saat anak mengalami masa-masa kritis dalam hidupnya: pra-sekolah, pra-pubertas, pubertas, pra-nikah, dan nikah.
Pada masa kritis tersebut, anak memerlukan suatu dukungan dan nasehat dari orang tuanya, dan seperti kita ketahui orang tua tidak akan selalu membersamai mereka 24 jam.

IMG_20170430_215623_342
Maka bonding ini akan menjadi penjaga mereka. Saat mereka butuh teman bicara atau nasehat, orangtunya yang mereka cari. Saat mereka berada di saat-saat ‘berbahaya’, nasehat orangtuanya yang diingat.
Ingat kisah Yusuf a.s saat digoda? Kalau tidak punya bonding dengan orangtuanya pasti bakal terjerumus. Karena dikisahkan pada ayat ke-24 surat Yusuf, beliau juga punya hasrat pada istri Al-Aziz.

0-2 tahun adalah masa yang paling pas untuk mulai membuat bonding ini.
Banyak hal yang bisa dilakukan, diantaranya memandikan, memakaikan pakaian, mengganti popok, tilawah, membacakan cerita, memijat, mengajak bicara dan segala interaksi yang bisa membuat bayi makin familiar dengan orangtuanya.
AlhamduliLlah,
Berdasarkan pengalaman pribadi, hal-hal ini membuat Aza makin nempel sama Abahnya. Kalau denger suara saya langsung nengok, kalau saya tidur suka tarik-tarik baju mengajak main, kalau ditinggal tanpa pamit pasti nangis, dan sekarang tingkahnya hampir sama kayak Abahnya. 😂😂😂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s