Mudik Pertama Azalia

Saya dengan istri pernah membaca sebuah artikel tentang waktu yang baik untuk menanamkan sugesti adalah saat seseorang akan memasuki alam bawah sadarnya. Salah satunya saat menjelang tidur.
Jadi, malam sebelum berangkat. Ummu Aza mengingatkan saya untuk sounding kepada Aza yang akan tidur, bahwa kita akan menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan meminta Aza untuk tidak rewel sepanjang perjalanan.
Sayapun melakukan hal tersebut.

IMG_20170530_082807_428.jpg
Besoknya, bis yang ngetem 1 jam lebih, 2 jam perjalanan bis Rajabasa-Bakauheni, 2 jam penyeberangan, 1/2 jam angkot Merak-Cilegon, 1 jam lebih angkot ngetem, 3 jam perjalanan angkot Cilegon – Labuan, total hampir 10 jam perjalanan naik turun kendaraan menuju Labuan, Aza sama sekali tidak rewel. Malah penumpang-penumpang yang bareng kami senyum-senyum melihat muka Aza yang antusias dan ramah, tak sedikit yang mengajak ngobrol Aza. Sampe pengamen di bis pun ngajak ngobrol. 😂😂😂 AlhamduliLlah

Malam sebelum pulang kamipun kembali sounding saat Aza akan tidur.
AlhamduliLlah.
Rute yang sama, lama perjalanan hampir sama, lagi-lagi tidak rewel. Bahkan saat angkot Labuan-Cilegon ugal-ugalan, jojong we si neng teh tidur lelap, padahal uminya mah udah was-was.
Sampe lagi di Bandarlampung, baru dah manjanya keluar. Rewelnya dirapel. Barangkali karena capek.
Semengerti-mengertinya Aza dengan sugesti kami, she’s still a 7 months old baby after all. But, we’re so grateful to have this lovely little toothless traveller who really understand her parents’ condition.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s