My Father Did (2)

Jadwal ini masih menempel di lemari.
Saya tahu kekaguman saya pada beliau tidak akan ada habisnya.
Semangat menuntut ilmu,
Selalu menjadwalkan waktu untuk membaca dan mengkaji kitab, koleksi bukunya selalu bertambah, bahkan sekarang koleksi buku beliau sudah mulai membahas isu-isu terkini.

IMG_20170531_222501_394.jpg
Terkadang malu bila melihat beliau duduk bertafakur di meja kecilnya,
Membuka tiap lembaran,
Mencatat yang beliau anggap penting,
Senyap.
Seolah ada pembatas antara beliau dengan dunia sekitarnya. .
Sewaktu kecil, biasanya saya akan mendekati beliau, menanyakan hal-hal yang tidak penting, dan pasti akan beliau jawab.
Sekarang, rasanya melihat beliau dalam posisi seperti itu, segan untuk mengganggu. .
Saya sangat bersyukur, rasa ingin tahu beliau turunkan ke diri ini. Walaupun soal keistiqomahan masih harus meneladani beliau. .
Satu hal yang paling saya ingat dari pesan beliau sewaktu saya SD, duduk di samping beliau yang sedang membaca, “orang yang rajin baca buku pasti lebih bisa mengontrol emosi daripada yang tidak rajin.” .
Ah. Saya selalu ingin seperti beliau, Bapak juara satu seluruh dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s