Investasi

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam telah meninggal dunia (mati) maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah (yang ia berikan) atau ilmu yang ia manfaatkan kebaikan) atau anak shalih yang mendoakan dirinya.” (HR Muslim).
Dari hadist ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya anak adalah investasi, baik di dunia maupun di akhirat. Maka tugas kita sebagai orangtua adalah menjamin bahwa anak-anak kita berada dalam sebaik-baiknya pendidikan.

1498574313599

Sebaik-baik pendidikan bukan hanya berfokus pada pendidikan untuk dunia tapi juga pendidikan agama. Aa Gym pernah bertanya pada seseorang yang menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Ia menjawab, “Karena sebentar lagi perdagangan bebas, kita perlu mempunyai anak-anak yang memiliki visi ke depan untuk mengarungi era globalisasi.”
Kemudian Aa Gym bertanya lagi, “Bagaimana kondisi ibadahnya di sana?”
“Nanti saja kalau dia kembali ke Indonesia akan diperbaiki lagi.”
“Bagaimana kalau sebelum lulus kuliah sudah diambil nyawanya oleh Allah? Apakah dia siap untuk pulang ke akhirat?”

Ya. Kita tidak tahu siapa yang Allah panggil terlebih dulu, anak kita atau diri kita sendiri. Sebagai orangtua kita harus mendidik anak-anak kita untuk siap berpulang ke akhirat dengan selamat. Pun ketika kita Allah panggil terlebih dahulu, mudah-mudahan anak-anak kita yang mengurus, menyalatkan dan mengiringi jasad kita. Setelah kita dikubur, mudah-mudahan mereka sering mendoakan kita dalam munajat-munajatnya.
Miris sekali jika anak kita tidak memiliki pendidikan agama, sehingga tidak mengerti bagaimana mengurus jasad ibu bapaknya, tidak tahu shalat jenazah, dan setelah dikubur tidak mengerti bagaimana mendoakan orang tuanya.
Selain itu, para pemimpin yang ada sekarang adalah hasil investasi dari orangtua berpuluh tahun lalu. Dan pemimpin di masa akan datang adalah investasi anak-anak kita saat ini. Pertanyaannya sekarang adalah, pendidikan apa yang akan kita investasikan kepada anak-anak kita untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang?

Jika mereka kita didik untuk fokus pada hal-hal materiil, maka jangan heran jika saat mereka menjadi pemimpin, mereka akan fokus untuk menimbun harta dan meraup keuntungan.
Jika anak-anak kita didik untuk hidup bersahaja, mengumpulkan uang untuk dishadaqahkan, dan hal-hal baik lainnya. In sya Allah, kelak saat mereka kaya mereka akan banyak menolong orang. Saat mereka jadi pemimpin, mereka akab mengayomi orang-orang lemah.
Semoga Allah kuatkan kita untuk terus menginvestasikan hal-hal yang terbaik bagi anak-anak kita.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s