Bimtek Guru Fisika Provinsi Lampung

AlhamduliLlah.
Diberikan kesempatan untuk belajar mewakili MGMP Fisika Kota Bandarlampung dalam Pelatihan TIK Berbasis Internet untuk guru fisika se-Lampung.

Hari pertama dilatih menggunakan fitur yang ada di Rumah Belajar dan TV Edukasi, dua portal pembelajaran yang disediakan oleh Kemdikbud dan masih belum optimal dimanfaatkan oleh guru-guru. Saya sendiri baru ‘ngeh’, ternyata lumayan lengkapdan rapih.. Jadi nda usah lagi pusing-pusing nyari media dan sumber pembelajaran lewat mbah Google.

Hari kedua diajari gimana serunya memakai smartphone untuk membuat video pembelajaran. Dan memanfaatkan fitur Google Form untuk membuat ujian berbasis online.

Dua hari yang membuat bersyukur karena bisa belajar banyak. Lebih bersyukur lagi ketika saya tahu bahwa saya peserta paling muda dan satu-satunya guru Non-PNS.17553872_10210592859689705_3977961039590213517_n

Jodoh Itu

Bukan suatu hal yang krusial, dengan siapa kita memilih mengarungi bahtera.
Yang terpenting adalah karena siapa kita mengarunginya.
Cinta yang dimulai karena cinta pada Sang Maha Pencipta akan selalu bertahan, di atas segala kondisi apapun. Karena yang kita harap adalah ridho-Nya.

IMG_20170402_181123_262

Sedang cinta karena makhluk, terkadang tidak akan selamanya bertahan sebagaimana tidak kekalnya apa yang ada pada diri orang yang kita cintai.
Bukankah perangai bisa berubah?
Bukankah fisik juga tidak akan selamanya rupawan?
Terlebih harta yang hanya titipan?
Lagi dan lagi,
Sungguh bukan hal yang krusial dengan siapa. Terlebih penting karena siapa kita menikah.
Lalu nikmati bagaimana Allah berikan setiap kejutan,
Saat kita husnudzon bahwa Dia telah siapkan jodoh terbaik,
Saat kita percaya pada janji-Nya,
Tidak akan pernah ingkar,
Tidak akan pernah aniaya.

Aku dan Kamu

Aku dan kamu bukanlah sepasang insan yang selalu menghabiskan waktu untuk saling mengagumi.
Aku dan kamu bukan sepasang insan yang selalu mengisi waktu luang dengan menyenangkan.
Aku dan kamu terkadang saling membenci.
Aku,
Membenci sikap diam dan tertutup yang selalu hadir saat sikapku tidak sejalan dengan maumu.

IMG_20170405_014220_089
Kamu,
Membenci ketidakpekaan dan ledakan emosionalku yang tidak terkendali.
Sayang, aku tahu aku bukanlah suami yang baik.
Sama halnya seperti hidup kita yang tidak selalu berjalan dengan baik.
Kadang kita tertawa lepas, kadang kita tertegun serius menghitung pundi-pundi yang tersisa dengan penuh was-was.
Kadang kita menikmati hidangan yang memuaskan, kadang kita membuka lemari es dengan helaan nafas, memanfaatkan apa saja yang tersisa di sana.
Namun, aku bersyukur.
Allah menakdirkan aku dan kamu,
menjadi kita.
Dengan segala ketidakpastian yang aku tawarkan,
kamu senantiasa menemaniku sehingga aku tidak sendirian.
Terima kasih, sayang.
Kamu ajarkan aku arti kesabaran,
Kamu ajarkan aku kerendahan hati.
Dan bersamamu, aku belajar mencintai.

Manfaat Storytelling pada Bayi

Beberapa riset tentang reading and sharing books with babies telah banyak dilakukan, dan semuanya menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara perkembangan kecerdasan dan otak dengan kebiasaan membacakan cerita dan buku pada bayi.
Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Saloni Krishnan dan Professor Mark H. Johnson, Centre for Brain and Cognitive Development di Birkbeck, University of London.

IMG_20170312_060154_620

Mereka menemukan bahwa kebiasan orang tua untuk membacakan buku pada bayi usia 3-4 bulan, dimana pada usia tersebut bayi mulai mengalami perkembangan aktivitas visual dan skill perhatian dasar, memberikan dampak positif pada kemampuan berkomunikasi dan berbahasa pada tahapan usia selanjutnya.
Diana Gerald, CEO dari Book Trust, mengatakan bahwa membacakan buku pada bayi akan membangun ikatan yang kuat antara orangtua dengan bayi tersebut. Selain itu, hal ini juga memberikan peluang perkembangan kecerdasan berpikir lebih cepat, sehingga mampu meningkatkan skill-skill kecakapan hidup lebih baik.

Jalan ini

Saya membayangkan diri saya bertahun lalu; polos, dekil, tidak pintar-pintar amat, dan bercita ingin menjadi dokter. Hingga saya dihadapkan dengan kenyataan bahwa menjadi tenaga medis itu bukan perkara mudah. “Jadi guru fisika saja.” Maka bertahun saya habiskan untuk belajar menjadi guru. Tapi passion itu belum muncul juga. Hey, it’s okay. Kelak ada masanya gairah itu muncul, lagipula mengikuti apa kata orangtua tidak ada ruginya.
Sampai tiga bulan pengalaman bermukim di Cahyou Randu. Di antara kebun karet dan singkong, menenteng triplek whiteboard yang dibagi 6, dari dusun ke dusun, mengajar IPA dan matematika untuk anak sekolah dasar, setiap sore. Gairah itu muncul.
Perjalanan Cahyou Randu ke Pagar Dewa, di antara perkebunan sawit dan tanah-tanah kosong. Jalan yang berbatu. Gairah itu makin menyengat, “Di Indonesia pasti masih banyak daerah-daerah yang susah aksesnya, bagaimana anak-anak di sana belajar?” Allah menjawab dengan memberikan pengalaman langsung. Satu tahun hidup di selatan Indonesia, merasakan sendiri perjuangan pendidikan di sudut nusantara. Di antara indahnya alam ciptaan Yang Maha Kuasa, saya belajar banyak hal; toleransi, budaya, bahasa, dan lainnya. Hingga gairah itu terus menyengat, menunjukkan arti dari pengabdian yang sebenarnya.

IMG_20170313_213050_543
Gairah itu membawa saya ke Tanah Pasundan, di antara Rusunawa, Gedung Jica, Jalan Belitung No 8, untuk belajar kembali, untuk memahami kembali esensi menjadi seorang guru. Hingga gairah itu membakar hati, hingga air mata meleleh, bahwa menjadi guru menghadirkan tanggung jawab moral yang besar.
Gairah itu masih ada sampai saat ini, terkadang redup, terkadang menyala terang.
Saya tahu, ketika saya terduduk sebentar menunggu siswa mencatat, melemparkan lelucon garing, yang biasanya direspon dengan tatapan bermakna, “Apa sih, Bah?” Atau ketika saya terduduk mendengarkan curahan hati dan celotehan mereka.
Saya tahu, saat-saat seperti itu menjadikan gairah itu semakin membara.
Saya ingin terus seperti ini, memberikan yang terbaik yang saya bisa kepada siswa. Mendidik sekaligus terdidik. Memberi teladan sekaligus meneladani.
Menjadi guru seutuhnya.
Yeah, I wanna be remembered as Naufal who teaches.

Ketika Sosok Itu Hadir

april_2017-03-24-17-49-36-749Yakinlah,
Saat sosok mungil tersebut Allah hadirkan ke dalam kehidupan kita,
Akan ada banyak hal yang berubah.
Tidak hanya sekedar perubahan waktu tidur,
Perubahan skala prioritas,
Perubahan kebiasaan,
Tapi juga perubahan cara pandang kita terhadap dunia.
You just found yourself take anything into consideration.
You pray a lot.
Hope a lot,
Not for yourself,
but for your child,
Your family. “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau… “(Q. S 2 : 128)

Terima Kasih, Zaujaty

Akhir februari 2015,
Saat aku memilih untuk tidak memilih,
Memilih untuk menyerahkan urusan jodoh kepada Yang Maha Mengatur.
Memilih untuk menuliskan asa pada dua halaman kertas A4, yang kulampirkan dengannya selembar pasfoto.
Rasa khawatir senantiasa hadir,
Tapi selalu terusir,
Saat kulipat doa rapih,
Aku memilih untuk tidak memilih,
Mempercayakan bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik,
kita hanya perlu berhusnudzon pada-Nya.

IMG_20170226_195559_272.jpg

Lalu ada nazhar yang membuat hati bedegup,
Ada ta’aruf yang membuat wajah tersipu,
Ada khitbah yang memantapkan keyakinan,
Ada akad yang menyatukan dua asa.
Selalu ada rasa khawatir disela-selanya,
Tapi selalu terusir,
Saat kulipat doa,
Dengan rapih.
Aku memilih untuk tidak memilih,
Meyakinkan diri semuanya telah Dia atur dengan sebaik-baiknya pengaturan,
Kita hanya harus ikhtiar dan berhusnudzon pada-Nya
Lalu sosok mungilpun hadir,
Setelah 46 minggu 3 hari penantian,
Setelah 5 jam degup jantung berpacu,
Membawa kekhawatiran yang baru.
Ah… Sampai sekarangpun rasa khawatir itu selalu hadir,
Namun, tidak lama.
Selalu terusir.
Pada doa yang terlipat rapih.
Pada senyum yang menyambut di balik pintu,
Senyum yang manis milikmu itu.
Aku memilih untuk tidak memilih,
Membiarkan rasa khawatir itu hadir,
Bersama harap yang bersemi kemudian, seperti yang sering kau ingatkan,
Tiada satupun yang perlu dikhawatirkan,
Ketika Allah membersamai kita.
Terima kasih Zaujaty.