Bentuk Rasa Syukur

“….barangsiapa yang bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat, tetapi barangsiapa kufur (tidak bersyukur) atas nikmat, sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.” (QS. Ibrahim:14) .
.
.
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menunjukan rasa syukur kita. Namun, yang paling pokok dan penting adalah dengan cara memanfaatkan dan mendayagunakan segala pemberian Allah untuk hal-hal yang diperintahkan-Nya. .
.

IMG_3176.JPG
Mari bersama-sama memanfaatkan potensi yang kita punya untuk melaksanakan amal-amal kebaikan. Berbenah diri, menjadi diri yang lebih baik. Sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah.

Menjadi Keluarga Penghafal al-Qur’an

Ahad ini berkesempatan untuk bersilaturahim ke rumah Pak Agus Sugianto, ketua MGMP Fisika Kota Bandar Lampung, untuk menyelesaikan laporan. Setelah muter-muter Bataranila karena Neng Gugel Mep salah kasih arah, akhirnya ketemu juga rumah beliau. .
.

Pertama datang sudah dibuat ‘wow’, beliau membuka bimbingan Tahsin dan Tahfizh di rumah. Saya langsung tanya saja karena penasaran, “Iya, kebanyakan ibu-ibu yang datang belajar. Uminya (istri beliau) yang ngajar.” .
.
2017-07-30 10.21.29 1.jpg
Oh.. I see.. Saya ngangguk-ngangguk. Teringat cerita Umi Rita, tentang anak-anak Pak Agus yang fokus disekolahkan untuk menjadi hafizh. Kami lalu fokus pada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. .
.

Selepas rehat untuk shalat dan makan siang, kami mengobrol ringan. Beliau menceritakan kondisi mereka satu persatu. “Anak pertama saya sudah hafizh 30 Juz saat kelas 1 SMA, sekarang masih kuliah di LIPIA, sudah menikah dan punya 2 anak. Alhamdulillah, waktu semester 3 dipersunting alumni LIPIA juga; Anak kedua saya kelas 2 SMA pindah ke Jogja, merampungkan hafalannya di sana. Sekarang kuliah di STIA Jogja; Anak ketiga saya sudah hafizh juga sekarang kuliah di DF, tadinya di FISIP Unila, tapi karena kami merasa kualitas hidupnya menurun, kami pindahkan kuliahnya, walau di FISIP prestasinya bagus; Anak keempat saya sudah sekitar 12 Juz hafalannya, masih mondok di Bangka; Anak kelima saya masih mondok di Jogja, belum rampung juga hafalannya; Yang bungsu masih SD, kami sekolahkan di SDIT deket sini.” .

Saya sedikit mangap, terkagum, untung nda kemasukan lalet. Tanpa basa-basi, saya langsung tanya gimana cara beliau mendidik keenam anaknya. Beliau tertawa. “Ya, kalau trik dan tipsnya gimana ya. Pokoknya suami dan istri harus punya azam yang sama untuk punya anak yang hafizh. Karena kalau cuma salah satu, bakal berat. Entah itu nanti anaknya gak betahan atau gimana. .
.

Yang kedua, kita mesti menjaga rezeki kita dari yang haram. Jangan sampai kita menafkahi anak-anak kita dari sumber yang tidak jelas asalnya. Ya, saya juga tidak tahu seberapa bersih nafkah yang saya dapat. Hanya saya berusaha untuk menjaga jangan sampai yang haram.” Continue reading

Egosentris

Sebagai orang tua, kita ingin menjaga anak kita untuk selalu berada dalam pergaulan yang baik, tidak terpapar oleh lingkungan yang buruk, dan mampu bersosialisasi tanpa terjerumus ke dalam hal-hal yang menurunkan derajat mereka. .
.

Namun, kita sadar bahwa penjagaan kita itu tidak paripurna dan berlangsung selamanya. Ada masa dimana kita tidak bisa menjaga anak kita secara terus menerus, sehingga yang bisa kita harapkan adalah kemampuan mereka sendiri untuk menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang buruk. .
.
2017-07-28 08.59.18 1.jpg
Ya, kita harus mengajari mereka ‘berenang’ atau ‘membuat’ perahu sendiri agar tidak tenggelam, daripada terus membangun bendungan atau tembok yang kita tahu lama-kelamaan akan amblas oleh derasnya arus globalisasi. .
. Continue reading

Itqan

Seorang muslim yang bekerja dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT pada akhirnya akan memiliki sifat itqon (baca ; profesional) dalam pekerjaannya. Dia sadar bahwa ketika dia hadir tepat waktu, melaksanakan kewajibannya dengan tuntas, tidak menunda pekerjaan, tidak meremehkan pekerjaan, adalah bagian yang penting dari bekerja itu sendiri yang dia tujukan sebagai ibadah kepada Allah SWT. .
.IMG_3151

Continue reading

Doa

Doa merupakan hal yang mendasar yang harus selalu dilakukan oleh kita sebagai orangtua. Karena doa orangtua untuk anaknya selalu dikabulkan oleh Allah. .
.

Dengan doa, rasa sayang kita pada anak-anak akan semakin tumbuh, rasa cinta kasih akan makin berkembang di hati kita, sehingga akhirnya akan timbul kekuatan untuk terus menjalankan amanah sebagai orangtua dengan sebaik-baiknya. Karena kita yakin, Allah memberikan amanah tersebut bukan karena ‘kita sudah saatnya jadi orangtua’ atau bahkan ‘kebetulan’ semata. .
.
Foto Ahmad Naufal Umam.
Inilah sunnah RasuluLlah dalam mendidik anak, mendoakan kebaikan bagi mereka. Berdoa agar Allah memberkahi tiap tahap hidup mereka dengan amalan-amalan kebaikan. .
.
Continue reading

Menjadi Guru

Pagi ini, setelah membaca Surat Al-Kahf, saya meminta seorang anak untuk membacakan terjemah ayat ke-10 dari surat tersebut. Saya menceritakan kepada anak-anak bahwa dalam ayat tersebut terdapat doa yang dibaca oleh pemuda Kahfi ketika masuk ke dalam gua. Doa yang bisa dilafalkan agar Allah memberikan rahmat-Nya dan menyempurnakan setiap urusan. Seperti ujian dan urusan-urusan lainnya. Kamipun melafalkan doa tersebut bersama-sama.
Lalu pelajaran pertama dimulai.

Setelah pergantian jam, sebuah buku catatan terbuka di atas meja salah satu anak, potongan ayat yang kami baca tadi lengkap dengan terjemahnya tertulis di sana. Ternyata tanpa diminta, anak tersebut menuliskan potongan ayat tersebut. 

Foto Ahmad Naufal Umam.

Saya menghela nafas. Ah.. sungguh benarlah menjadi guru itu bagai berada di ladang amal yang terhampar luas. Saat kita memberikan kebaikan, maka kebaikan itu akan menjadi amal jariyah yang pahalanya akan mengalir terus menerus kepada kita. Namun sebaliknya, menjadi guru juga bisa menjadi beban yang berat. Karena ketika yang kita bagikan adalah keburukan, maka hal itu juga akan menjadi dosa jariyah yang kelak konsekuensinya terus mengarah kepada kita.

Investasi

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam telah meninggal dunia (mati) maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah (yang ia berikan) atau ilmu yang ia manfaatkan kebaikan) atau anak shalih yang mendoakan dirinya.” (HR Muslim).
Dari hadist ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya anak adalah investasi, baik di dunia maupun di akhirat. Maka tugas kita sebagai orangtua adalah menjamin bahwa anak-anak kita berada dalam sebaik-baiknya pendidikan.

1498574313599

Continue reading