9 Maret

9 Maret tahun ini hampir terlupa.
Kalau bukan karena pesan dari si teteh hari kemarin.
Selepas maghrib tadi, mengeraskan suara ponsel,
Berbincang tiga lawan tiga.
Saya, Umu Aza, dan Aza.
Di seberang sana ada si bungsu, tetehnya si bungsu, yang ternyata sengaja pulang dari pondok untuk kasih kejutan.
Setelah ucapan selamat, beberapa doa yang diaminkan beliau, obrolan dilanjutkan dengan curhatan beliau.

IMG_20170309_212609_795
Tentang kesedihan di usia 67 ini, saya terpikir mungkin karena kami yang belum bisa mengangkat derajat beliau. Prasangka tersebut terbantahkan oleh kata-kata beliau. “Bapak mah teu kapikiran kitu. Bapak mah kapikiran bapak ayeuna geus kolot, jadi teu leluasa deui ngalakukeun ibadah jeung amal-amal kebaikan.” Ah… Bapak.
Saya sadar saat ini,
Usia bukanlah lagi tujuan dari segala pengharapan.
Ada asa yang lebih tinggi, ada rekah senyum yang jauh lebih bermakna,
Tentang kasih sayang yang terkadang tak perlu ditunjukkan dengan segara,
tapi selalu dirasakan oleh kami semua hingga berbuah harapan akan balasan kebaikan
Kami tahu, kasihmu tak akan menua bersama senja

Terima kasih telah menjadi Bapak juara satu di seluruh dunia. Semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya kelak karena saya yakin sisa umur kita akan terlalu singkat untuk puas hidup dan membahagiakan Bapak.

Azalia

Azalia,
Abah dan Umi tidak bisa selalu mengawasi,
tapi yakinlah Allah senantiasa hadir dan melihat perbuatanmu.
Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Jangan pernah takut kalau kamu berlaku benar dan berbuat baik,
sebab Dia akan selalu menolongmu.

Jangan pernah khawatir ketika kamu berlaku benar dan berbuat baik, sebab sekecil apapun ‘amal shalihmu, meski Abah dan Umi tak tahu,
tidak dapat memuji maupun memberikan hadiah padamu, tetapi Allah selalu hadir dan membalas dengan ganjaran yang jauh lebih baik dari segala hal yang dapat diberikan oleh Abah dan Umi.

16730566_10210238722076486_586413987149462002_n

Demikian pula Nak,
jika kamu berbuat keburukan atau berbohong, sekecil apapun itu, meski Abah dan Umi tak menyadarinya, sungguh Allah pasti tahu.
Dialah Dzat yang tiada satu halpun lepas dari pengetahuan dan kuasaNya, bahkan daun yang jatuh dan langkah seekor semut di gelapnya malam.

Dan Allah juga pasti memberi balasan yang adil pada setiap kedurhakaan padaNya, juga atas keburukan yang kamu lakukan pada Abah, Umi, dan sesama manusia lainnya.”

(disadur dari LLK oleh Ustadz Salim A. Filllah)

 

Ujian Ketawakkalan

Nak,
Sering kali kita tertipu bahwa di balik semua yang kita dapat, semua yang kita lalui adalah hasil kemampuan dan kerja keras sendiri.
Janganlah lupa kalau segala hal yang kita lakukan, sekeras apapun ikhtiar, takkan ada gunanya kalau Allah berkehendak lain, takkan ada gunanya kalau tidak dibarengi dengan rasa tawakkal dan berserah diri bahwa Dia Yang Maha Baik, Dia Yang Mengatur segala sesuatunya.
Jangan sampai sedikit-sedikit keistiqomahan kita tergerus oleh rasa ‘Aku bisa sendiri’.

dscf2837

Nak, kita memang harus banyak berkaca diri, harus banyak ingat, bahwa diri kita ini berasal dari air yang hina, kelak akan menjadi bangkai, dan sekarang bolak-balik membawa kotoran di perut.
Kita memang harus berkaca diri, harus banyak ingat, bahwa bergantung pada diri sendiri, apalagi orang lain, layaknya bergantung pada akar yang rapuh.

Nak, kita emang harus banyak berkaca diri, bahwa ikhtiar akan lengkap dengan keistiqomahan dan tawakkal bahwa Allah sajalah tempat bergantung dan berserah diri.

Lagi, Lagi, dan Lagi

Pasangan hidup kita memberikan keajaiban berlimpah kepada kita.
Dia dianugerahi Allah untuk memiliki kekuatan
yang membuat kita menyenangi senyumnya,
suaranya,
aroma tubuhnya,
dan tingkah lakunya.
Dia mempunyai kekuatan untuk melenyapkan kesepian.
Dia menjadikan hal yang biasa dalam hidup menjadi istimewa.
Dia merupakan pintu kita menuju surga,
di sini,
di dunia.
Dan saat jauh,
Seolah ada bagian dari hati yang kosong.

img_20161227_134749

Tentang Cita-Cita Tertinggi

Kita mendiskusikan arti kebahagiaan.
Tentang bagaimana orang-orang mengukur kebahagian oleh kemapanan, oleh kekayaan, oleh hal yang tampak di depan mata.
Kitapun berbagi kisah,
Tentang apa yang terjadi hari ini,
Tentang rekan kerja, tentang siswa,
Tentang semuanya.
Kita juga merencanakan beberapa kegiatan di akhir minggu ini, dan beberapa hari ke depan.

14457268_10209021003674287_6507003782213270945_n

Continue reading

Pertemuan, Kebersamaan, dan Perpisahan (PPG SM-3T UPI 2014)

Di antara hujan dan langkah kaki.
Aku memaknai sebuah perjumpaan
Seumpama partikel yang bergetar
Oleh hangatnya sapa
Oleh sejuknya sanyum
Oleh manisnya salam.
Hingga menjelma,
Pada medium,
Gelombang kebersamaan.

10659331_10203621815257951_7363512118102176062_n
Di antara hujan dan langkah kaki.
Aku memaknai arti kebersamaan
Pada gelombang yang terkadang naik turun
Oleh hadirnya tawa
Oleh hadirnya canda
Oleh hadirnya ketidaksepahaman
Hingga terkadang,
Pada satu titik
Gelombang berbalik fase.

Continue reading