Wangi

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Foto Ahmad Naufal Umam.
Berharap diri yang bau ini terciprat wangi dari beliau-beliau yang harum ilmu dan hikmahnya selalu membuat diri ini terkagum.

Jealousy

Saat satu tahun akademik saya lewati pertama kali di Sekolah Global Madani sebagai Homeroom Teacher (HRT), saya harus menghadapi jealousy syndrome dari anak-anak yang tidak lagi menjadi bagian dari kelas saya di tahun akademik berikutnya.

Sejujurnya saya merasa geli melihat tingkah mereka saat itu. Ada yang bilang saya pilih kasih, nda care lagi, bahkan sampai ada yang menampilkan prilaku ‘ngambek’ yang parah. Tapi, seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka paham bahwa siapapun HRT-nya, menjadi pribadi yang senantiasa memperbaiki diri adalah tanggung jawab diri sendiri, bukan karena diminta oleh HRT.
Foto Ahmad Naufal Umam.
Satu tahun akademik terlewati kembali. Mereka lulus dengan baik. Saya bangga dengan pencapaian akademik dan perilaku mereka, baik yang menjadi bagian dari kelas saya maupun yang tidak.

Continue reading

Doa

Doa merupakan hal yang mendasar yang harus selalu dilakukan oleh kita sebagai orangtua. Karena doa orangtua untuk anaknya selalu dikabulkan oleh Allah. .
.

Dengan doa, rasa sayang kita pada anak-anak akan semakin tumbuh, rasa cinta kasih akan makin berkembang di hati kita, sehingga akhirnya akan timbul kekuatan untuk terus menjalankan amanah sebagai orangtua dengan sebaik-baiknya. Karena kita yakin, Allah memberikan amanah tersebut bukan karena ‘kita sudah saatnya jadi orangtua’ atau bahkan ‘kebetulan’ semata. .
.
Foto Ahmad Naufal Umam.
Inilah sunnah RasuluLlah dalam mendidik anak, mendoakan kebaikan bagi mereka. Berdoa agar Allah memberkahi tiap tahap hidup mereka dengan amalan-amalan kebaikan. .
.
Continue reading

Menjadi Guru

Pagi ini, setelah membaca Surat Al-Kahf, saya meminta seorang anak untuk membacakan terjemah ayat ke-10 dari surat tersebut. Saya menceritakan kepada anak-anak bahwa dalam ayat tersebut terdapat doa yang dibaca oleh pemuda Kahfi ketika masuk ke dalam gua. Doa yang bisa dilafalkan agar Allah memberikan rahmat-Nya dan menyempurnakan setiap urusan. Seperti ujian dan urusan-urusan lainnya. Kamipun melafalkan doa tersebut bersama-sama.
Lalu pelajaran pertama dimulai.

Setelah pergantian jam, sebuah buku catatan terbuka di atas meja salah satu anak, potongan ayat yang kami baca tadi lengkap dengan terjemahnya tertulis di sana. Ternyata tanpa diminta, anak tersebut menuliskan potongan ayat tersebut. 

Foto Ahmad Naufal Umam.

Saya menghela nafas. Ah.. sungguh benarlah menjadi guru itu bagai berada di ladang amal yang terhampar luas. Saat kita memberikan kebaikan, maka kebaikan itu akan menjadi amal jariyah yang pahalanya akan mengalir terus menerus kepada kita. Namun sebaliknya, menjadi guru juga bisa menjadi beban yang berat. Karena ketika yang kita bagikan adalah keburukan, maka hal itu juga akan menjadi dosa jariyah yang kelak konsekuensinya terus mengarah kepada kita.

Investasi

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam telah meninggal dunia (mati) maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah (yang ia berikan) atau ilmu yang ia manfaatkan kebaikan) atau anak shalih yang mendoakan dirinya.” (HR Muslim).
Dari hadist ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya anak adalah investasi, baik di dunia maupun di akhirat. Maka tugas kita sebagai orangtua adalah menjamin bahwa anak-anak kita berada dalam sebaik-baiknya pendidikan.

1498574313599

Continue reading

Menjadi Guru

Menjadi guru adalah proses pembelajaran seumur hidup.

Dengan menjadi guru, kita belajar untuk memahami tiap pribadi siswa, yang kita harus sadari bahwa tiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, kecenderungan yang berbeda, bakat yang berbeda, ketertarikan dan minat yang berbeda. Maka tugas kita adalah belajar untuk memahami tiap perbedaan tersebut, untuk mampu mendidik dengan adil.

april_2017-04-13-20-14-51-730.jpg
Dengan menjadi guru, kita akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas keilmuan dan pembelajaran kita. Kita dituntut tidak hanya paham suatu konsep dan teori tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan konsep dan teori tersebut untuk dapat dipahami oleh siswa, dengan berbagai cara dan metode. Karena terkadang tiap konsep dan teori membutuhkan cara dan metode yang berbeda untuk bisa tersampaikan dan dipahami oleh siswa dengan baik.

Continue reading

Istiqomahlah, Bujang!

RasuluLlah SAW menjelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa ada 6 perkara yang apabila dilakukan Rasulullah menjaminkan surga terhadapnya. Salah satunya adalah menjaga pandangan.
Saat ini, dengan segala fitnah yang ada di sekitar kita. Begitu beratnya menjaga diri dari fitnah-fitnah yang dapat menggoda pandangan kita ke arah yang haram. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah Ta’ala sedang turun, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu dan melalaikan perintah Allah dan RasuluLlah kepada kita. Yang pada akhirnya membawa kita pada kerusakan yang lebih besar.

IMG-20170702-WA0009.jpg

Continue reading