Egosentris

Sebagai orang tua, kita ingin menjaga anak kita untuk selalu berada dalam pergaulan yang baik, tidak terpapar oleh lingkungan yang buruk, dan mampu bersosialisasi tanpa terjerumus ke dalam hal-hal yang menurunkan derajat mereka. .
.

Namun, kita sadar bahwa penjagaan kita itu tidak paripurna dan berlangsung selamanya. Ada masa dimana kita tidak bisa menjaga anak kita secara terus menerus, sehingga yang bisa kita harapkan adalah kemampuan mereka sendiri untuk menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang buruk. .
.
2017-07-28 08.59.18 1.jpg
Ya, kita harus mengajari mereka ‘berenang’ atau ‘membuat’ perahu sendiri agar tidak tenggelam, daripada terus membangun bendungan atau tembok yang kita tahu lama-kelamaan akan amblas oleh derasnya arus globalisasi. .
. Continue reading

Advertisements

Kenangan

Saya yakin, setiap diri kita memiliki kenangan masa kecil yang kita simpan rapih dalam kotak ingatan. Kita menyimpannya dengan apik, lalu dengan semakin bertambah dewasanya kita, kotak ingatan itu perlahan mulai kita kosongkan. Kita mulai melupakan kenangan masa kecil, membuang hal-hal yang dirasa tidak perlu, bahkan barangkali membuang semuanya. .
.

Padahal, saat kita menjadi orang tua, kotak ingatan masa kecil itu akan membantu kita, masuk ke dalam dunia anak kita, membagi pengalaman masa kecil kita dengan mereka. .
.april_2017-07-08-21-46-10-239.jpg

Melalui dongeng-dongeng yang kita ceritakan kembali, tiruan suara binatang, bermain peran, memberi nama setiap mainan, bahkan menari dan menyanyi lagu anak-anak.

Continue reading

Doa

Doa merupakan hal yang mendasar yang harus selalu dilakukan oleh kita sebagai orangtua. Karena doa orangtua untuk anaknya selalu dikabulkan oleh Allah. .
.

Dengan doa, rasa sayang kita pada anak-anak akan semakin tumbuh, rasa cinta kasih akan makin berkembang di hati kita, sehingga akhirnya akan timbul kekuatan untuk terus menjalankan amanah sebagai orangtua dengan sebaik-baiknya. Karena kita yakin, Allah memberikan amanah tersebut bukan karena ‘kita sudah saatnya jadi orangtua’ atau bahkan ‘kebetulan’ semata. .
.
Foto Ahmad Naufal Umam.
Inilah sunnah RasuluLlah dalam mendidik anak, mendoakan kebaikan bagi mereka. Berdoa agar Allah memberkahi tiap tahap hidup mereka dengan amalan-amalan kebaikan. .
.
Continue reading

Investasi

Rasulullah SAW bersabda, β€œApabila anak Adam telah meninggal dunia (mati) maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah (yang ia berikan) atau ilmu yang ia manfaatkan kebaikan) atau anak shalih yang mendoakan dirinya.” (HR Muslim).
Dari hadist ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya anak adalah investasi, baik di dunia maupun di akhirat. Maka tugas kita sebagai orangtua adalah menjamin bahwa anak-anak kita berada dalam sebaik-baiknya pendidikan.

1498574313599

Continue reading

Mudik Pertama Azalia

Saya dengan istri pernah membaca sebuah artikel tentang waktu yang baik untuk menanamkan sugesti adalah saat seseorang akan memasuki alam bawah sadarnya. Salah satunya saat menjelang tidur.
Jadi, malam sebelum berangkat. Ummu Aza mengingatkan saya untuk sounding kepada Aza yang akan tidur, bahwa kita akan menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan meminta Aza untuk tidak rewel sepanjang perjalanan.
Sayapun melakukan hal tersebut.

IMG_20170530_082807_428.jpg
Besoknya, bis yang ngetem 1 jam lebih, 2 jam perjalanan bis Rajabasa-Bakauheni, 2 jam penyeberangan, 1/2 jam angkot Merak-Cilegon, 1 jam lebih angkot ngetem, 3 jam perjalanan angkot Cilegon – Labuan, total hampir 10 jam perjalanan naik turun kendaraan menuju Labuan, Aza sama sekali tidak rewel. Malah penumpang-penumpang yang bareng kami senyum-senyum melihat muka Aza yang antusias dan ramah, tak sedikit yang mengajak ngobrol Aza. Sampe pengamen di bis pun ngajak ngobrol. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ AlhamduliLlah

Malam sebelum pulang kamipun kembali sounding saat Aza akan tidur.
AlhamduliLlah.
Rute yang sama, lama perjalanan hampir sama, lagi-lagi tidak rewel. Bahkan saat angkot Labuan-Cilegon ugal-ugalan, jojong we si neng teh tidur lelap, padahal uminya mah udah was-was.
Sampe lagi di Bandarlampung, baru dah manjanya keluar. Rewelnya dirapel. Barangkali karena capek.
Semengerti-mengertinya Aza dengan sugesti kami, she’s still a 7 months old baby after all. But, we’re so grateful to have this lovely little toothless traveller who really understand her parents’ condition.

Parents Bonding

Beberapa hari lalu saya membaca tentang pentingnya emotional bonding antara anak dengan orangtua, dimana bonding ini akan membantu saat anak mengalami masa-masa kritis dalam hidupnya: pra-sekolah, pra-pubertas, pubertas, pra-nikah, dan nikah.
Pada masa kritis tersebut, anak memerlukan suatu dukungan dan nasehat dari orang tuanya, dan seperti kita ketahui orang tua tidak akan selalu membersamai mereka 24 jam.

IMG_20170430_215623_342
Maka bonding ini akan menjadi penjaga mereka. Saat mereka butuh teman bicara atau nasehat, orangtunya yang mereka cari. Saat mereka berada di saat-saat ‘berbahaya’, nasehat orangtuanya yang diingat.
Ingat kisah Yusuf a.s saat digoda? Kalau tidak punya bonding dengan orangtuanya pasti bakal terjerumus. Karena dikisahkan pada ayat ke-24 surat Yusuf, beliau juga punya hasrat pada istri Al-Aziz.

0-2 tahun adalah masa yang paling pas untuk mulai membuat bonding ini.
Banyak hal yang bisa dilakukan, diantaranya memandikan, memakaikan pakaian, mengganti popok, tilawah, membacakan cerita, memijat, mengajak bicara dan segala interaksi yang bisa membuat bayi makin familiar dengan orangtuanya.
AlhamduliLlah,
Berdasarkan pengalaman pribadi, hal-hal ini membuat Aza makin nempel sama Abahnya. Kalau denger suara saya langsung nengok, kalau saya tidur suka tarik-tarik baju mengajak main, kalau ditinggal tanpa pamit pasti nangis, dan sekarang tingkahnya hampir sama kayak Abahnya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Manfaat Storytelling pada Bayi

Beberapa riset tentang reading and sharing books with babies telah banyak dilakukan, dan semuanya menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara perkembangan kecerdasan dan otak dengan kebiasaan membacakan cerita dan buku pada bayi.
Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Saloni Krishnan dan Professor Mark H. Johnson, Centre for Brain and Cognitive Development di Birkbeck, University of London.

IMG_20170312_060154_620

Mereka menemukan bahwa kebiasan orang tua untuk membacakan buku pada bayi usia 3-4 bulan, dimana pada usia tersebut bayi mulai mengalami perkembangan aktivitas visual dan skill perhatian dasar, memberikan dampak positif pada kemampuan berkomunikasi dan berbahasa pada tahapan usia selanjutnya.
Diana Gerald, CEO dari Book Trust, mengatakan bahwa membacakan buku pada bayi akan membangun ikatan yang kuat antara orangtua dengan bayi tersebut. Selain itu, hal ini juga memberikan peluang perkembangan kecerdasan berpikir lebih cepat, sehingga mampu meningkatkan skill-skill kecakapan hidup lebih baik.