Terima Kasih, Zaujaty

Akhir februari 2015,
Saat aku memilih untuk tidak memilih,
Memilih untuk menyerahkan urusan jodoh kepada Yang Maha Mengatur.
Memilih untuk menuliskan asa pada dua halaman kertas A4, yang kulampirkan dengannya selembar pasfoto.
Rasa khawatir senantiasa hadir,
Tapi selalu terusir,
Saat kulipat doa rapih,
Aku memilih untuk tidak memilih,
Mempercayakan bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik,
kita hanya perlu berhusnudzon pada-Nya.

IMG_20170226_195559_272.jpg

Lalu ada nazhar yang membuat hati bedegup,
Ada ta’aruf yang membuat wajah tersipu,
Ada khitbah yang memantapkan keyakinan,
Ada akad yang menyatukan dua asa.
Selalu ada rasa khawatir disela-selanya,
Tapi selalu terusir,
Saat kulipat doa,
Dengan rapih.
Aku memilih untuk tidak memilih,
Meyakinkan diri semuanya telah Dia atur dengan sebaik-baiknya pengaturan,
Kita hanya harus ikhtiar dan berhusnudzon pada-Nya
Lalu sosok mungilpun hadir,
Setelah 46 minggu 3 hari penantian,
Setelah 5 jam degup jantung berpacu,
Membawa kekhawatiran yang baru.
Ah… Sampai sekarangpun rasa khawatir itu selalu hadir,
Namun, tidak lama.
Selalu terusir.
Pada doa yang terlipat rapih.
Pada senyum yang menyambut di balik pintu,
Senyum yang manis milikmu itu.
Aku memilih untuk tidak memilih,
Membiarkan rasa khawatir itu hadir,
Bersama harap yang bersemi kemudian, seperti yang sering kau ingatkan,
Tiada satupun yang perlu dikhawatirkan,
Ketika Allah membersamai kita.
Terima kasih Zaujaty.

Nimatnya Menjemput Rezeki Setelah Menikah

Hari yang biasa, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Berangkat ke sekolah, mengajar, menghadapi siswa dengan segala ‘keunikan’nya, berhadapan dengan tugas dan amanah yang harus dilaksanakan. Sampai tidak terasa waktu ashar.
Aktivitas berlanjut dengan belajar tambahan persiapan UN/SBMPTN untuk kelas XII, sampai senja mulai malu-malu menenggelamkan dirinya.
Dari sekolah mampir ke Bimbel, ada jadwal mengajar satu kelas. Rehat sejenak saat maghrib dan isya. Digit jam di ponsel menunjukkan lebih beberapa menit dari pukul 20.00 saat si jingga saya kendarai menembus jalanan, pulang ke rumah.
Sungguh aktivitas yang biasa, untuk hari yang biasa, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, hati terasa ringan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menjalankan satu tugas ke tugas yang lain. Tidak terasa berat dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang tiap kali pulang selalu dengan lunglai seperti habis jadi korban tabrakan beruntun (alah).

img_20170217_205931_791Sungguh, terasa ringan.
Bisa jadi ini karena ada yang membukakan pintu dan membalas salam ketika sampai,
Bisa jadi ini karena ada senyum dan obrolan ringan ketika menyimpan barang,
Bisa jadi karena ada segelas teh yang tersuguh,
Bisa jadi karena ada sosok yang tertawa-tawa, berceloteh tanpa arti, lalu tertidur di pangkuan.
Bisa jadi karena setiap hal yang menanti di rumah ini menjadikan semua aktivitas terasa ringan.
Ya, sungguh menjemput rejeki terasa berbeda rasanya setelah menikah.
Nikmat sekali.

Azalia

Azalia,
Abah dan Umi tidak bisa selalu mengawasi,
tapi yakinlah Allah senantiasa hadir dan melihat perbuatanmu.
Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Jangan pernah takut kalau kamu berlaku benar dan berbuat baik,
sebab Dia akan selalu menolongmu.

Jangan pernah khawatir ketika kamu berlaku benar dan berbuat baik, sebab sekecil apapun ‘amal shalihmu, meski Abah dan Umi tak tahu,
tidak dapat memuji maupun memberikan hadiah padamu, tetapi Allah selalu hadir dan membalas dengan ganjaran yang jauh lebih baik dari segala hal yang dapat diberikan oleh Abah dan Umi.

16730566_10210238722076486_586413987149462002_n

Demikian pula Nak,
jika kamu berbuat keburukan atau berbohong, sekecil apapun itu, meski Abah dan Umi tak menyadarinya, sungguh Allah pasti tahu.
Dialah Dzat yang tiada satu halpun lepas dari pengetahuan dan kuasaNya, bahkan daun yang jatuh dan langkah seekor semut di gelapnya malam.

Dan Allah juga pasti memberi balasan yang adil pada setiap kedurhakaan padaNya, juga atas keburukan yang kamu lakukan pada Abah, Umi, dan sesama manusia lainnya.”

(disadur dari LLK oleh Ustadz Salim A. Filllah)

 

What does Azalia mean? 

Several friends of mine argued that we choose Azalia for our daughter’s  name based on Ali Sastra’s song. That’s not completely wrong, ’cause we do like that song, and I knew this kind of flower from that song actually. But the main reason why we choose this name is the meaning of the flower itself.

Azalia/ Azalea / Tsutsuji / Evergreen

Azalea tends to represent good qualities of personalities, but it also symbolizes specific emotions or events. Many people feel this flower means:

  • Remembering your home with fondness or wishing to return to it.
  • Taking  care of yourself and your family
  • Temperance – the Victorians often carried a bloom if they supported the prohibition of alcohol, but it also represents emotional evenness
  • Passion that is still developing and fragile
  • Elegance and wealth
  • Femininity and feminine beauty
  • Abundance, especially of beauty or intelligence

Source :

http://www.flowermeaning.com/azalea-flower-meaning/
These personalities that we hope will be on our first daughter.

Azalia dan Hafalan Abah

Dari awal kehamilan istri, saya sudah bernazar, akan menambah 1 juz hafalan sampai anak kami lahir. Semangat menghafal naik turun, paling seneng kalau muraja’ah terus si kecil ngerespon dalam perut uminya. Tersisa satu lembar lagi. Dan hampir satu bulan nda nambah-nambah, muraja’ah pun jarang.

Tanggal 10 November lalu, cek ke dokter kandungan, dikasih tahu kalau hari lahirnya maju, seminggu dari hari itu.
Maka kami berduapun menunggu. Tiap malam ngajak ngobrol, “Dek, ya kalau mau keluar.. Keluar saja.. Abah dan Umi sudah tidak sabar.” Tiap jalan pagi bilang, “Ayo dek keluar, Abah capek juga jalan kaki terus tiap hari.” Sepertinya nda mempan juga. Nda ada tanda-tanda mau lahiran sama sekali. Sampai akhirnya kepikiran, apa si dede ini nagih janji Abahnya.

Maka mulailah menambah lagi hafalan. Hingga kamis pagi, saat saya bilang ke uminya, “Yang, 2 ayat terakhir selesai.. Lengkap 1 juz.” Tak berapa lama, istri mulai kerasa mules-mules. Setelah melalui proses yang membuat jantung mau lepas, akhirnya lahirlah putri kami yang cantik. Normal dan lancar.

img_20161125_161404

SubhanaLlah.. WalhamduliLlah… Allahuakbar.
In sya Allah.. Akan Abah jaga hafalan ini, seperti Abah akan jaga kamu.
Hari ini, esok dan seterusnya.