Ketika Sosok Itu Hadir

april_2017-03-24-17-49-36-749Yakinlah,
Saat sosok mungil tersebut Allah hadirkan ke dalam kehidupan kita,
Akan ada banyak hal yang berubah.
Tidak hanya sekedar perubahan waktu tidur,
Perubahan skala prioritas,
Perubahan kebiasaan,
Tapi juga perubahan cara pandang kita terhadap dunia.
You just found yourself take anything into consideration.
You pray a lot.
Hope a lot,
Not for yourself,
but for your child,
Your family. “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau… “(Q. S 2 : 128)

Ukhuwah

Untaian kata tidak akan bermakna tanpa hadirnya spasi.
Hanya susunan huruf tanpa arti.
Begitu pula hidup,
Tanpa hadirnya jeda,
Untuk duduk,
Saling menasehati,
Saling memahami,
Saling memberi arti.
Karena kecintaan yang besar pada Allah dan Rasul-Nya,
Hingga lahir satu kata,
Penuh makna;
Ukhuwah.


Ukhuwah,
Bukan terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan. Namun ukhuwah itu terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dalam do’a yang ia panjatkan.

img_20170213_203538_656

Ukhuwah,
Ibarat satu janji yang dibuat dalam hati.
Tak dapat ditulis,
tak dapat dibaca,
namun takkan terpisah oleh jarak, takkan berubah oleh masa.
Sedetik di mata, selamanya di jiwa.

“Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu, telah berjumpa dalam taat padaMu, telah bersatu dalam dakwah padaMu, telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan keindahan bertawakkal kepadaMu. Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu. Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin.”

Generasi Ke-4

AlhamduliLlah, walau tidak dari awal mereka masuk, 2 tahun akademik saya membersamai mereka.
Dari Camp, Tour, sampai Homestay (yang terakhir ini cuma jemput saja hehehe).

62 nama, punya karakter berbeda, hanya saja saya yakin, tiap generasi punya ciri khas tersendiri, dan generasi keempat ini punya warna yang unik.
Yang terkadang membuat senyum-senyum sendiri kalau ingat bahwa ada saja tingkah yang mereka lakukan.
16708452_10210226087440628_4151012868267959044_n
Yang membuat kami bangga adalah mereka mengalami perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik.
Sungguh, kalau ditanya ridho atau nda terhadap mereka,
Saya 99.99% ridho, karena mereka sudah mau berusaha untuk menjadi pribadi yang sholeh-sholehah dan berbakti pada orang tua serta guru.
(Jangan tanya kemana 0.01%, anggap saja itu keselnya kami kalau mereka diminta segera turun untuk shalat masih suka ngobrol dan ngumpul di kamar mandi. Dulu benerin rambut, sekarang cuci muka berjamaah 😂😂😂)

AlhamduliLlah ‘alla kulli hal, in sya Allah generasi keempat ini generasi hebat, sama seperti Hokage keempat yang hebat (apa sih), sama seperti generasi sebelumnya, dan juga generasi setelahnya.

Kisah Si Baut di Baling-baling Pesawat

Secara kasat mata, kita melihat bahwa yang menerbangkan pesawat adalah baling-baling di sayap pesawat. Melupakan bahwa ada baut-baut kecil yang membuat bagian-bagian dari baling-baling tersebut bersatu satu sama lain. Baut-baut kecil yang membuat baling-baling bergabung dengan mesin. Baut-baut kecil yang secara tidak langsung membuat baling-baling berputar. Baut-baut kecil yang secara tidak langsung adalah penyebab dari terbangnya pesawat.img_20160913_161544_hdr

Itulah mereka, yang menikmati takdir hidupnya sebagai supporting person dari sebuah sistem. Mereka menikmati takdir dirinya untuk ‘tak terlihat’. Dan sedikit sekali yang sadar akan kehadirannya, lebih sedikit lagi yang mengapresiasi atas perannya.

Continue reading

Kembali di Sini, di Al-Wasi’i

Setahun lalu,
kita ungkapkan harapan dan impian,
Tentang menggenapkan setengah diri,
Tentang lanjut studi,
Tentang beasiswa,
Tentang semua mimpi,
Menjadikannya lipatan yang rapih dalam doa.

Setahun berlalu,
Kita kembali di sini.
Mensyukuri karunia Allah,
Yang dengan kuasa-Nya,
telah membuka lipatan tersebut,
Menjadikannya nyata.
Ya, semua lipatan doa itu nyata hari ini.

image

Continue reading

Mari Belajar Untuk Tidak Berasumsi

Mari belajar memandang manusia sebagai makhluk yang dinamis. Tidak adil rasanya bila kita menilai orang lain dari apa yang dia pernah lakukan di masa lalu. Everyone can learn from their mistakes and fix them in the future. All we have to do is forgive them by hating the mistakes not the person who made them.

image

Mari belajar membebaskan diri dari prasangka. Prasangka yang terlalu baik bisa melalaikan kita dan membebani orang lain, dan pada akhirnya akan mengecewakan diri kita sendiri. Prasangka buruk juga akan membebani kita dengan sikap menghakimi orang lain. Keep it balance.

Continue reading

Setahun Membersamai Mereka

“The bond that links your true family is not one of blood, but of respect and joy in each other’s life.”
-Unknown
Setahun lalu, di acara yang sama, saya datang sebagai ‘orang baru’. Dengan segala kekikukan, rasa gugup, dan malu, saya menceritakan siapa diri saya. Mereka menerima dengan senyum.

Setahun berjalan, ‘orang baru’ ini belajar banyak hal. ‘Orang baru’ ini juga sadar, Allah memberikan kesempatan membersamai mereka, yang selalu menjadi kakak, mba, abi, bunda, dan kawan dalam petualangan barunya. Dan mereka selalu menerima, baik dan buruk dalam diri, dengan senyum.
Hingga akhirnya diri ini memahami esensi bahwa untuk bisa diterima kita harus membuka diri terlebih dahulu. Membuka diri terhadap hal yang baru, amanah baru, kesibukan baru, kerumitan baru, ilmu baru, dan hal-hal lain yang membuatnya bersyukur.
13413708_10208154616215142_1619114765500091169_n

Buka Bersama Keluarga Besar SMA Global Madani, Ramadhan 1437 H

 

Setahun berlalu, saya berada di sini, masih membersamai mereka. Pedih memang, harus menerima kenyataan bahwa di antara mereka ada yang pergi. Tapi bukankah sudah menjadi takdir Allah, bahwa orang akan datang dan pergi dalam kehidupan kita, yang terpenting adalah bagaimana menjaga ikatan yang sudah terjalin agar tidak terputus.

Susah memang, tidak akan semudah saat selalu bersama. Tetapi, in sya Allah bisa diusahakan. Bukankah ada rabithah sebagai pengikatnya?

Continue reading