Idul Adha dan Meneladani Ibrahim

Idul Adha merupakan momen yang tepat bagi kita untuk memaknai kembali makna pengabdian kepada Allah. Tidak hanya melalui ibadah qurban tetapi melalui perjalanan hidup Ibrahim dan keluarga, yang menyejarah sampai sekarang.

20914177_10211803029663198_2206129430563656441_n

Dari Ibrahim kita belajar untuk menjadi imamul muttaqin, imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Menjadi kepala keluarga yang mampu memberikan nasihat dan teladan kepada orang-orang terdekatnya, mampu membimbing keluarganya menjadi keluarga yang yakin, taat, bertawakkal dan berhajat hanya kepada Allah saja.

Tidak mudah untuk dilakukan, karena Ibrahim menunjukkan kepada kita bahwa untuk menjadi imamul muttaqin, kita harus siap untuk menjadi pribadi yang taat dan berserah diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah walau hidupnya terus dipenuhi dengan ujian.

Continue reading

Advertisements

Egosentris

Sebagai orang tua, kita ingin menjaga anak kita untuk selalu berada dalam pergaulan yang baik, tidak terpapar oleh lingkungan yang buruk, dan mampu bersosialisasi tanpa terjerumus ke dalam hal-hal yang menurunkan derajat mereka. .
.

Namun, kita sadar bahwa penjagaan kita itu tidak paripurna dan berlangsung selamanya. Ada masa dimana kita tidak bisa menjaga anak kita secara terus menerus, sehingga yang bisa kita harapkan adalah kemampuan mereka sendiri untuk menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang buruk. .
.
2017-07-28 08.59.18 1.jpg
Ya, kita harus mengajari mereka ‘berenang’ atau ‘membuat’ perahu sendiri agar tidak tenggelam, daripada terus membangun bendungan atau tembok yang kita tahu lama-kelamaan akan amblas oleh derasnya arus globalisasi. .
. Continue reading

Kenangan

Saya yakin, setiap diri kita memiliki kenangan masa kecil yang kita simpan rapih dalam kotak ingatan. Kita menyimpannya dengan apik, lalu dengan semakin bertambah dewasanya kita, kotak ingatan itu perlahan mulai kita kosongkan. Kita mulai melupakan kenangan masa kecil, membuang hal-hal yang dirasa tidak perlu, bahkan barangkali membuang semuanya. .
.

Padahal, saat kita menjadi orang tua, kotak ingatan masa kecil itu akan membantu kita, masuk ke dalam dunia anak kita, membagi pengalaman masa kecil kita dengan mereka. .
.april_2017-07-08-21-46-10-239.jpg

Melalui dongeng-dongeng yang kita ceritakan kembali, tiruan suara binatang, bermain peran, memberi nama setiap mainan, bahkan menari dan menyanyi lagu anak-anak.

Continue reading

Doa

Doa merupakan hal yang mendasar yang harus selalu dilakukan oleh kita sebagai orangtua. Karena doa orangtua untuk anaknya selalu dikabulkan oleh Allah. .
.

Dengan doa, rasa sayang kita pada anak-anak akan semakin tumbuh, rasa cinta kasih akan makin berkembang di hati kita, sehingga akhirnya akan timbul kekuatan untuk terus menjalankan amanah sebagai orangtua dengan sebaik-baiknya. Karena kita yakin, Allah memberikan amanah tersebut bukan karena ‘kita sudah saatnya jadi orangtua’ atau bahkan ‘kebetulan’ semata. .
.
Foto Ahmad Naufal Umam.
Inilah sunnah RasuluLlah dalam mendidik anak, mendoakan kebaikan bagi mereka. Berdoa agar Allah memberkahi tiap tahap hidup mereka dengan amalan-amalan kebaikan. .
.
Continue reading

Investasi

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam telah meninggal dunia (mati) maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah (yang ia berikan) atau ilmu yang ia manfaatkan kebaikan) atau anak shalih yang mendoakan dirinya.” (HR Muslim).
Dari hadist ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa sesungguhnya anak adalah investasi, baik di dunia maupun di akhirat. Maka tugas kita sebagai orangtua adalah menjamin bahwa anak-anak kita berada dalam sebaik-baiknya pendidikan.

1498574313599

Continue reading

Qaulan Sadida

Kebiasaan mengajak Azalia getting involve dalam aktivitas kami sudah kami lakukan semenjak dia di dalam kandungan.
“Abah berangkat dulu ya dek.”
“Umi shalat dulu ya dek.”
“Nanti tilawah sama Abah ya dek.”
Biasanya akan ada respon berupa tendangan atau gerakan di dalam perut uminya.

Kebiasaan ini berlanjut sampai sekarang. Biasanya ketika Azalia sedang ‘ngajak’ main atau ngobrol, terus saya pamit, “Abah ke mesjid dulu ya Dek.” Dia akan anteng sampai saya kembali pulang ke rumah.
Begitu juga jika uminya pamit, “Umi shalat dulu ya.” Azalia yang tadinya ‘aktif’ akan diam menunggu uminya shalat.

Kejadian-kejadian seperti ini banyak terjadi dan saya mikirnya, “Ah.. Cuma kebetulan saja. Azalia belum paham.” Namun, kejadian tadi sore membuat saya recall semua kejadian sebelumnya dan berkesimpulan bahwa pemikiran saya salah.

16406675_10210154330406747_9141404414494545194_n

Jadi ceritanya tadi pagi kami sepakat bahwa Azalia akan stay dengan saya saat Uminya hadir agenda pekanan. Tapi sebelum uminya berangkat, kesepakatan tadi batal, karena khawatir kalau Azalia bakal menangis. Azalia akan ikut uminya seperti pekan-pekan sebelumnya.

Continue reading

Azalia

Azalia,
Abah dan Umi tidak bisa selalu mengawasi,
tapi yakinlah Allah senantiasa hadir dan melihat perbuatanmu.
Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Jangan pernah takut kalau kamu berlaku benar dan berbuat baik,
sebab Dia akan selalu menolongmu.

Jangan pernah khawatir ketika kamu berlaku benar dan berbuat baik, sebab sekecil apapun ‘amal shalihmu, meski Abah dan Umi tak tahu,
tidak dapat memuji maupun memberikan hadiah padamu, tetapi Allah selalu hadir dan membalas dengan ganjaran yang jauh lebih baik dari segala hal yang dapat diberikan oleh Abah dan Umi.

16730566_10210238722076486_586413987149462002_n

Demikian pula Nak,
jika kamu berbuat keburukan atau berbohong, sekecil apapun itu, meski Abah dan Umi tak menyadarinya, sungguh Allah pasti tahu.
Dialah Dzat yang tiada satu halpun lepas dari pengetahuan dan kuasaNya, bahkan daun yang jatuh dan langkah seekor semut di gelapnya malam.

Dan Allah juga pasti memberi balasan yang adil pada setiap kedurhakaan padaNya, juga atas keburukan yang kamu lakukan pada Abah, Umi, dan sesama manusia lainnya.”

(disadur dari LLK oleh Ustadz Salim A. Filllah)