Qaulan Sadida

Kebiasaan mengajak Azalia getting involve dalam aktivitas kami sudah kami lakukan semenjak dia di dalam kandungan.
“Abah berangkat dulu ya dek.”
“Umi shalat dulu ya dek.”
“Nanti tilawah sama Abah ya dek.”
Biasanya akan ada respon berupa tendangan atau gerakan di dalam perut uminya.

Kebiasaan ini berlanjut sampai sekarang. Biasanya ketika Azalia sedang ‘ngajak’ main atau ngobrol, terus saya pamit, “Abah ke mesjid dulu ya Dek.” Dia akan anteng sampai saya kembali pulang ke rumah.
Begitu juga jika uminya pamit, “Umi shalat dulu ya.” Azalia yang tadinya ‘aktif’ akan diam menunggu uminya shalat.

Kejadian-kejadian seperti ini banyak terjadi dan saya mikirnya, “Ah.. Cuma kebetulan saja. Azalia belum paham.” Namun, kejadian tadi sore membuat saya recall semua kejadian sebelumnya dan berkesimpulan bahwa pemikiran saya salah.

16406675_10210154330406747_9141404414494545194_n

Jadi ceritanya tadi pagi kami sepakat bahwa Azalia akan stay dengan saya saat Uminya hadir agenda pekanan. Tapi sebelum uminya berangkat, kesepakatan tadi batal, karena khawatir kalau Azalia bakal menangis. Azalia akan ikut uminya seperti pekan-pekan sebelumnya.

Continue reading

Azalia

Azalia,
Abah dan Umi tidak bisa selalu mengawasi,
tapi yakinlah Allah senantiasa hadir dan melihat perbuatanmu.
Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Jangan pernah takut kalau kamu berlaku benar dan berbuat baik,
sebab Dia akan selalu menolongmu.

Jangan pernah khawatir ketika kamu berlaku benar dan berbuat baik, sebab sekecil apapun ‘amal shalihmu, meski Abah dan Umi tak tahu,
tidak dapat memuji maupun memberikan hadiah padamu, tetapi Allah selalu hadir dan membalas dengan ganjaran yang jauh lebih baik dari segala hal yang dapat diberikan oleh Abah dan Umi.

16730566_10210238722076486_586413987149462002_n

Demikian pula Nak,
jika kamu berbuat keburukan atau berbohong, sekecil apapun itu, meski Abah dan Umi tak menyadarinya, sungguh Allah pasti tahu.
Dialah Dzat yang tiada satu halpun lepas dari pengetahuan dan kuasaNya, bahkan daun yang jatuh dan langkah seekor semut di gelapnya malam.

Dan Allah juga pasti memberi balasan yang adil pada setiap kedurhakaan padaNya, juga atas keburukan yang kamu lakukan pada Abah, Umi, dan sesama manusia lainnya.”

(disadur dari LLK oleh Ustadz Salim A. Filllah)