Menjadi Guru

Menjadi guru adalah proses pembelajaran seumur hidup.

Dengan menjadi guru, kita belajar untuk memahami tiap pribadi siswa, yang kita harus sadari bahwa tiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, kecenderungan yang berbeda, bakat yang berbeda, ketertarikan dan minat yang berbeda. Maka tugas kita adalah belajar untuk memahami tiap perbedaan tersebut, untuk mampu mendidik dengan adil.

april_2017-04-13-20-14-51-730.jpg
Dengan menjadi guru, kita akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas keilmuan dan pembelajaran kita. Kita dituntut tidak hanya paham suatu konsep dan teori tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan konsep dan teori tersebut untuk dapat dipahami oleh siswa, dengan berbagai cara dan metode. Karena terkadang tiap konsep dan teori membutuhkan cara dan metode yang berbeda untuk bisa tersampaikan dan dipahami oleh siswa dengan baik.

Continue reading

Advertisements

Evaluasi Ramadhan (2)

Allah sudah menegaskan dalam firman-Nya bahwa kewajiban kita berpuasa di bulan ramadhan adalah untuk menjadikan diri kita orang-orang yang bertaqwa. (Al-Baqarah 183). .

Agar evaluasi Ramadhan kita sesuai dengan sasaran, penting bagi kita untuk mengetahui indikator apa saja yang dimiliki oleh orang yang bertaqwa. Yakni, orang-orang yang Allah sebutkan dalam ayat-ayat awal surat Al-Baqarah.
.
IMG_20170607_063206_431.jpg
Allah menyebutkan bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang beriman pada hal yang ghoib. Dimana mereka menjadikan setiap penghambaan, ibadah dan aktivitas merupakan penjelmaan keimanan kepada Allah Yang Maha Ghoib. .

Orang yang bertaqwa adalah orang yang melaksanakan shalat. Tentu saja, orang yang bertaqwa tidak hanya melaksanakan shalat sebagai penggugur kewajiban semata, akan tetapi sebagai kebutuhan mereka sebagai hamba Allah SWT. .

Orang yang senantiasa menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan padanya adalah orang yang bertakwa. Mereka sadar bahwa di dalam rezeki yang diberikan pada mereka terdapat hak-hak orang lain yang harus diberikan. .

Orang yang bertakwa juga beriman kepada Kitab Allah. Mereka meyakini semua yang terkandung dalam Al-Qur’an dan berupaya untuk melaksanakannya dalam kehidupan mereka. .

Orang bertakwa meyakini adanya hari akhir. Keyakinan ini menimbulkan perilaku yang senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kelalaian yang telah dilakukan, serta penjagaan diri yang baik agar tidak melakukan kelalaian yang sama. .

Ramadhan sudah memasuki hari-12, Sudahkah ‘gemblengan’ Ramadhan membuat 5 tanda-tanda ini mulai tampak dan membekas dalam diri kita? Ataukah Ramadhan hanya sekedar rutinitas tahunan saja? . (Rohis SMA Global Madani 2016/2017 saat mengikuti Tarhib Ramadhan 1438 H)

Evaluasi Ramadhan (1)

Allah memberi tugas kepada manusia sebagai Hamba dan sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita adalah menjadikan aktivitas-aktivitas kita di dunia sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. .

Sedangkan sebagai khalifah, Allah menugaskan kita untuk mengelola segala hal yang ada di muka bumi ini dengan baik. Sesuai dengan syari’at-Nya.
IMG_20170603_235025_944.jpg
Dengan tugas yang tidak mudah ini, manusia sudah Allah berikan fitrah untuk melakukan kebaikan. Namun, Allah juga berikan hawa nafsu, sehingga terkadang manusia melakukan kekhilafan. Sehingga terlupa akan tugasnya.

Iman itu naik turun. Beramplitudo maksimum. Terkadang minimum.

Sejalan dengan itu, Allah sebenarnya sudah menyediakan sarana bagi kita untuk mengevaluasi diri dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dari shalat fardhu satu ke shalat fardhu yang lain, evaluasi harian kita.

Dari jum’at ke jum’at yang lain, itu evaluasi pekanan kita.

Dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi evaluasi tahunan kita.

Dan beribadah haji bisa menjadi evaluasi diri sekali seumur hidup.

Kenapa begitu penting mengevaluasi diri?
Agar kita mengetahui berada dimana keimanan kita, yang terkadang naik turun.
Dan sejauh mana kita sudah melaksanakan tugas kita sebagai manusia di muka bumi. Sehingga pada akhirnya kita bisa melakukan perencanaan dan aksi perbaikan-perbaikan terhadap posisi kita saat ini.

Ramadhan, tentu saja, adalah waktu yang pas untuk melaksanakan evaluasi diri. Merencanakan dan menyiapkan perbekalan, untuk kehidupan setahun yang akan datang, dan kehidupan di akhirat kelak. *** Foto diambil saat anak-anak Rohis SMA Global Madani membagikan Tabloid Edisi Mei 2017

Pengumuman Kelulusan SMA Global Madani Angkatan Ke-4

Ada banyak cara untuk mengungkapkan kesyukuran atas nikmat dan berkah yang Allah berikan kepada kita.
Memilih cara yang cerdas dan bermartabat adalah pilihan yang bijak,
karena Allah sudah janjikan bahwa ketika kita bersyukur, Allah akan tambah nikmat-Nya kepada kita.

IMG_20170502_211517_395

Hasil ujian yang tinggi,
Lolos di PTN favorit,
memang hal yang membanggakan.
Tapi bagi kami hal yang lebih membanggakan adalah ketika nilai dan integritas yang kami ajarkan di sekolah telah menjadi bagian dari diri kalian.

Selamat, Nak.
Tetaplah berintegritas,
Tetaplah menjadi pelopor kebaikan,
Menjadi pribadi yang sholeh dan mensolehkan
Hadapi setiap tantangan dengan keyakinan bahwa Allah senantiasa membersamai kalian.
Semoga kalian menjadi ahli ilmu dan ahli kebaikan dimanapun kalian berada kelak. –Penuh cinta,
Abah yang akan merindui kalian