Manfaat Storytelling pada Bayi

Beberapa riset tentang reading and sharing books with babies telah banyak dilakukan, dan semuanya menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara perkembangan kecerdasan dan otak dengan kebiasaan membacakan cerita dan buku pada bayi.
Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Saloni Krishnan dan Professor Mark H. Johnson, Centre for Brain and Cognitive Development di Birkbeck, University of London.

IMG_20170312_060154_620

Mereka menemukan bahwa kebiasan orang tua untuk membacakan buku pada bayi usia 3-4 bulan, dimana pada usia tersebut bayi mulai mengalami perkembangan aktivitas visual dan skill perhatian dasar, memberikan dampak positif pada kemampuan berkomunikasi dan berbahasa pada tahapan usia selanjutnya.
Diana Gerald, CEO dari Book Trust, mengatakan bahwa membacakan buku pada bayi akan membangun ikatan yang kuat antara orangtua dengan bayi tersebut. Selain itu, hal ini juga memberikan peluang perkembangan kecerdasan berpikir lebih cepat, sehingga mampu meningkatkan skill-skill kecakapan hidup lebih baik.

Senja Itu

Senja menjadi saksi,

Setelah salam tersambut,

Pintu terbuka,

Ada senyum dibalik pintu,

Semanis irisan surga tersiram madu.

Manis sekali.

wp-image-1418359137jpeg.jpeg

 

Senja menjadi saksi,

Setelah adzan berkumandang,

Mushaf tertutup,

Ada jemari yang menghapus tetes air mata,

Seolah beban tersampaikan.

Lega sekali.

Continue reading

Lagi, Lagi, dan Lagi

Pasangan hidup kita memberikan keajaiban berlimpah kepada kita.
Dia dianugerahi Allah untuk memiliki kekuatan
yang membuat kita menyenangi senyumnya,
suaranya,
aroma tubuhnya,
dan tingkah lakunya.
Dia mempunyai kekuatan untuk melenyapkan kesepian.
Dia menjadikan hal yang biasa dalam hidup menjadi istimewa.
Dia merupakan pintu kita menuju surga,
di sini,
di dunia.
Dan saat jauh,
Seolah ada bagian dari hati yang kosong.

img_20161227_134749

Peningkatan Capaian Belajar dengan Pendekatan Biggs

The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.  -William Arthur Ward

Sebagai seorang guru, terkadang kita menemukan siswa yang memiliki semangat yang tinggi dalam pembelajaran, sehingga membuatnya memiliki prestasi akademik yang baik. Tapi terkadang kita juga menemukan siswa dengan karakter yang sebaliknya. Jangankan untuk belajar hal-hal yang lebih kompleks dan mendalam, untuk belajar apa yang kita ajarkan di dalam kelas saja kita harus ‘mendorong’ mereka dengan sekuat tenaga.

img_20160726_080119

Belajar Bagaimana Karakteristik Gelombang Bunyi Melalui Permainan Gitar

Ya, jadi muncul pertanyaan kenapa ada siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, sedangkan yang lain motivasi belajarnya rendah?

Continue reading

Guru dan Menjadi Bijak

Menjadi guru menuntut kita untuk bijak.
Dalam segala hal.
Termasuk dalam menghadapi “keunikan” siswa.
Karena tiap siswa memiliki karakter masing-masing, dengan segala latar belakang yang berbeda.

Cara “ngasuh”-nya pun berbeda.
Ada yang harus diembeli kata “cantik” atau “ganteng”, ada yang harus diberi contoh dulu, ada yang harus diajak debat dulu, ada yang harus diajak ngobrol dulu, ada yang ini-itu.

Processed with VSCO with a1 preset

Processed with VSCO with a1 preset

Itu semua menuntut guru untuk bijak, tidak men-judge dari sudut pandang kita sendiri. Apalagi sampai membandingkan dengan yang lain.
Selalu ada alasan yang kita tidak ketahui yang membuat mereka melakukan perilaku tidak baik.

Sehingga membutuhkan hati yang lapang dari seorang guru untuk tidak pernah berhenti membimbing mereka. Selalu mengingatkan mana yang baik dan buruk.

Karena kita tidak pernah tahu akan menjadi apa mereka nantinya.

Kita dan Lompatan-Lompatan Peran

Kubangun dengan cinta,
Kau rawat dengan doa,
Demikianlah kita,
Berumah di tangga,
Menuju surga – Fahd Pahdepie

Tengah malam begini, akhirnya sempat juga mengisi kembali blog. Semenjak tahun ajaran baru dimulai, amanah semakin bertambah. Inipun baru selesai merapikan dekorasi kelas untuk pagi ini.

AlhamduliLlah, setelah resmi menjadi HRT untuk kelas XII (yang AlhamduliLlah mantap banget rasanya), awal masuk mendapat kepercayaan untuk membuat video napak tilas 6 tahun Sekolah Global Madani bareng Principal (yang AlhamduliLlah, pesan yang ingin saya sampaikan via video tersebut tersampaikan), membantu Bu Diah untuk penelitian di bidang metakognisi (yang AlhamduliLlah, nambah ilmu lagi), jadi secretary untuk parents teachers confrence SMA Global Madani, menjadi committe acara resepsi pernikahannya Mas Fiki dan Mba Marlis minggu lalu, dan Sabtu ini jadi panitia pelaksanaan mabit untuk kader kampus se-Bandarlampung.

Dengan semua kegiatan semenjak Juli lalu, saya tahu yang paling dirugikan adalah istri saya. Kegiatan yang mengantri tersebut terpaksa membuat saya membawa pekerjaan ke rumah, begadang sampai pagi. Bahkan sampai beberapa hari tidak tidur. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan laptop dan hape, ketimbang ngobrol berdua, kayak di awal-awal bulan pernikahan dulu.

Celakanya, saya malah kepikiran kalau istri saya pasti mengerti dan mau menerima segala kesibukan tersebut. Ya, dia memang mengerti. Sampai pada suatu hari, saya tidak tahu kalau istri saya tidak masuk sekolah karena sakit. Sampai pada suatu hari, istri saya mendiamkan saya sampai  seharian, gegara dia melihat nama saya sebagai ketua pelaksana Homestay SMA yang pelaksanaanya tepat dengan HPL anak pertama kami.

IMG_20160817_131804

Continue reading