Idul Adha dan Meneladani Ibrahim

Idul Adha merupakan momen yang tepat bagi kita untuk memaknai kembali makna pengabdian kepada Allah. Tidak hanya melalui ibadah qurban tetapi melalui perjalanan hidup Ibrahim dan keluarga, yang menyejarah sampai sekarang.

20914177_10211803029663198_2206129430563656441_n

Dari Ibrahim kita belajar untuk menjadi imamul muttaqin, imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Menjadi kepala keluarga yang mampu memberikan nasihat dan teladan kepada orang-orang terdekatnya, mampu membimbing keluarganya menjadi keluarga yang yakin, taat, bertawakkal dan berhajat hanya kepada Allah saja.

Tidak mudah untuk dilakukan, karena Ibrahim menunjukkan kepada kita bahwa untuk menjadi imamul muttaqin, kita harus siap untuk menjadi pribadi yang taat dan berserah diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah walau hidupnya terus dipenuhi dengan ujian.

Continue reading

Advertisements

Dalam Ramadhan, Kita Belajar

Dalam Ramadhan, kita belajar
Tentang bagaimana mengatur persepsi tentang apa arti rejeki dan takdir yang telah Dia tuliskan.
Berulang kali, saat diri tak banyak meminta, tak banyak memohon, bersyukur dengan yang telah ada, Allah terus menganugerahkan rejekinya dari sudut-sudut yang tidak terduga.
Maka benarlah, rejeki itu Dia Yang Maha Mengatur, tugas kita adalah taat.

IMG_20170625_132343_356.jpg

Dalam Ramadhan, kita belajar
Tentang bagaimana menempatkan dzon yang baik di atas segalanya
Tentang arti berprasangka baik pada setiap hal.
Sungguh, terkadang asumsi-asumsi yang hadir dalam pikiran menjadikan diri lupa melihat segalanya dalam suatu bingkai yang utuh, see the big picture.
Dan berulangkali Allah ingatkan, bahwa apa yang dihadapi akan sesuai dengan prasangka kepada-Nya.
Maka benarlah, Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Continue reading