Tawadzun dalam Amanah

Terkadang kita merasa cukup dengan amanah yang bisa tuntas kita kerjakan di luar sana.
Amanah-amanah yang menghadirkan decak kagum orang, tepuk tangan dan hal-hal gemerlap lainnya.

Namun, kita mengesampingkan bahwa ada amanah yang lebih besar, yang Allah berikan langsung kepada kita.
Melalui mitsaqan ghaliza,
Disaksikan para malaikat.
Amanah yang didapat ketika ijab terbalas oleh qabul.
Amanah itu adalah istri kita.

april_2017-06-25-15-51-29-567.jpg

Kita bersibuk ria,
Membawa pekerjaan ke rumah,
Membalas chat-chat yang menurut kita penting saat makan berdua,
Mengsampingkan bahwa ada hati yang ingin didengar curhatannya,
Hati yang ingin dipahami saat diamnya,
Hati yang terus bersabar menunggu kita luang waktu.

Continue reading

Sebuah Petualangan

Beberapa orang di luar sana mungkin berpendapat bahwa menikah akan menghentikan petualangan yang bisa dinikmati oleh seseorang.
Sungguh, mereka salah.

IMG_20170527_092343_341.jpg
Menikah justru membawa seseorang menikmati suatu petualangan yang lebih seru, lebih menantang.
Dimana hal tersebut meminta setiap komitmen yang kita miliki, membutuhkan keseriusan yang kita punya, dan segala hal yang dibutuhkan untuk menjajaki tiap undakan, turunan, tikungan dalam petualangan ini.
Susah? Ya.
Menantang? Banget.
Terkadang harus rela berdarah dan berpeluh sambil meneteskan air mata.
Tapi tak perlu khawatir.
Petualangan ini tak kita jelajahi sendiri.
Berbeda dengan petualangan lainnya, kita ditemani oleh belahan hati yang Allah pilihkan untuk melengkapi.
In sya Allah, ada yang melegakan dada yang sesak.
Ada yang mengusap peluh yang jatuh.
Ada yang mau diajak bersabar di saat kita bersama menerima musibah.
Ada yang memahami di saat yang lain tak mau mengerti.
Sungguh, petualangan bernama pernikahan berbeda dengan petualangan yang lain.
Tidak ada batasan.
Tidak ada akhir.
Dua jiwa,
Berpetualang bersama,
Mengarungi bahtera,
Bersama.
Berharap kaki menginjak surga
Yang sama. – 1 Ramadhan 1438 H

Jodoh Itu

Bukan suatu hal yang krusial, dengan siapa kita memilih mengarungi bahtera.
Yang terpenting adalah karena siapa kita mengarunginya.
Cinta yang dimulai karena cinta pada Sang Maha Pencipta akan selalu bertahan, di atas segala kondisi apapun. Karena yang kita harap adalah ridho-Nya.

IMG_20170402_181123_262

Sedang cinta karena makhluk, terkadang tidak akan selamanya bertahan sebagaimana tidak kekalnya apa yang ada pada diri orang yang kita cintai.
Bukankah perangai bisa berubah?
Bukankah fisik juga tidak akan selamanya rupawan?
Terlebih harta yang hanya titipan?
Lagi dan lagi,
Sungguh bukan hal yang krusial dengan siapa. Terlebih penting karena siapa kita menikah.
Lalu nikmati bagaimana Allah berikan setiap kejutan,
Saat kita husnudzon bahwa Dia telah siapkan jodoh terbaik,
Saat kita percaya pada janji-Nya,
Tidak akan pernah ingkar,
Tidak akan pernah aniaya.

Aku dan Kamu

Aku dan kamu bukanlah sepasang insan yang selalu menghabiskan waktu untuk saling mengagumi.
Aku dan kamu bukan sepasang insan yang selalu mengisi waktu luang dengan menyenangkan.
Aku dan kamu terkadang saling membenci.
Aku,
Membenci sikap diam dan tertutup yang selalu hadir saat sikapku tidak sejalan dengan maumu.

IMG_20170405_014220_089
Kamu,
Membenci ketidakpekaan dan ledakan emosionalku yang tidak terkendali.
Sayang, aku tahu aku bukanlah suami yang baik.
Sama halnya seperti hidup kita yang tidak selalu berjalan dengan baik.
Kadang kita tertawa lepas, kadang kita tertegun serius menghitung pundi-pundi yang tersisa dengan penuh was-was.
Kadang kita menikmati hidangan yang memuaskan, kadang kita membuka lemari es dengan helaan nafas, memanfaatkan apa saja yang tersisa di sana.
Namun, aku bersyukur.
Allah menakdirkan aku dan kamu,
menjadi kita.
Dengan segala ketidakpastian yang aku tawarkan,
kamu senantiasa menemaniku sehingga aku tidak sendirian.
Terima kasih, sayang.
Kamu ajarkan aku arti kesabaran,
Kamu ajarkan aku kerendahan hati.
Dan bersamamu, aku belajar mencintai.

Terima Kasih, Zaujaty

Akhir februari 2015,
Saat aku memilih untuk tidak memilih,
Memilih untuk menyerahkan urusan jodoh kepada Yang Maha Mengatur.
Memilih untuk menuliskan asa pada dua halaman kertas A4, yang kulampirkan dengannya selembar pasfoto.
Rasa khawatir senantiasa hadir,
Tapi selalu terusir,
Saat kulipat doa rapih,
Aku memilih untuk tidak memilih,
Mempercayakan bahwa Allah akan memilihkan yang terbaik,
kita hanya perlu berhusnudzon pada-Nya.

IMG_20170226_195559_272.jpg

Lalu ada nazhar yang membuat hati bedegup,
Ada ta’aruf yang membuat wajah tersipu,
Ada khitbah yang memantapkan keyakinan,
Ada akad yang menyatukan dua asa.
Selalu ada rasa khawatir disela-selanya,
Tapi selalu terusir,
Saat kulipat doa,
Dengan rapih.
Aku memilih untuk tidak memilih,
Meyakinkan diri semuanya telah Dia atur dengan sebaik-baiknya pengaturan,
Kita hanya harus ikhtiar dan berhusnudzon pada-Nya
Lalu sosok mungilpun hadir,
Setelah 46 minggu 3 hari penantian,
Setelah 5 jam degup jantung berpacu,
Membawa kekhawatiran yang baru.
Ah… Sampai sekarangpun rasa khawatir itu selalu hadir,
Namun, tidak lama.
Selalu terusir.
Pada doa yang terlipat rapih.
Pada senyum yang menyambut di balik pintu,
Senyum yang manis milikmu itu.
Aku memilih untuk tidak memilih,
Membiarkan rasa khawatir itu hadir,
Bersama harap yang bersemi kemudian, seperti yang sering kau ingatkan,
Tiada satupun yang perlu dikhawatirkan,
Ketika Allah membersamai kita.
Terima kasih Zaujaty.

Senja Itu

Senja menjadi saksi,

Setelah salam tersambut,

Pintu terbuka,

Ada senyum dibalik pintu,

Semanis irisan surga tersiram madu.

Manis sekali.

wp-image-1418359137jpeg.jpeg

 

Senja menjadi saksi,

Setelah adzan berkumandang,

Mushaf tertutup,

Ada jemari yang menghapus tetes air mata,

Seolah beban tersampaikan.

Lega sekali.

Continue reading

Sebuket Bunga dan Sebuah Buku

AlhamduliLlah.
Dengan rasa syukur yang tidak terkira kepada Allah SWT, perjalanan ini sudah memasuki purnama ke-12.
Sungguh saya menikmati naik-turunnya, berkelok-lurusnya, serta jatuh-bangunnya.

Processed with VSCO with 4 preset

Dengan rasa syukur yang tidak terkira kepada Allah SWT, sekarang apa yang jadinya berserak menjadi satu.

Continue reading