Market & Art Day dan Semangat Berani Beda

Semangat keseragaman dalam tiap aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan, telah mengesampingkan kenyataan bahwa setiap individu memiliki perbedaan karakter, pola pikir, kemampuan, dan sifatnya masing-masing. Yang mereka bawa dari latar belakang keluarga, lingkungan, suku, etnis, dan agama.

Semangat keseragaman dalam pendidikan meminta siswa untuk selalu sama, bahkan cenderung memaksa. Sehingga terbentuklah suatu pandangan bahwa beda itu ‘aneh’, beda itu ‘jelek’, beda itu ‘salah’.

Sebagai contoh pada pembelajaran menggambar, siswa yang menggambar bunga mendapatkan nilai yang lebih kecil dari yang menggambar dua gunung dengan jalan dan pematang sawah.

15665870_10209765047474917_3214816637954853528_n

Atau siswa yang menjawab soal dengan kata-kata sendiri mendapat nilai yang lebih kecil dengan siswa yang menjawab sesuai teks di buku.

Atau pemberian contoh pemuaian pada benda padat harus rel kereta api padahal di daerah tersebut tidak ada kereta api.

Continue reading

Advertisements

Hope For New Academic Year

It’s first day of school for teachers and staffs of Sekolah Global Madani.
Glad to gather again after haven’t saw each other for more than a month.
Laughing and talking, asking whether everyone had nice mudik and lebaran.
Of course, We did ‘maaf-maaf’ an at the first time we met.

image

Arya and friends practiced the acoustic version of Mars Global Madani

The most amazing thing about today is several SHS students practiced to sing the acoustic version of Mars Global Madani using the combination of bottles and buckets, as preparation of Orientasi Siswa SMA on 21-22 July.

Ruaar biasaa. Anak muda penuh ekspresi dan kreativitas.

As information, SHS will also hold Parents Teacher Conference on 23 July. Hmm… I thought we are ready to welcome new students and their parents this week.

Overall, I’m expecting this academic year will be full of joy and fun, hopefully.
Yeaaaah…!!!!!

Sebuket Bunga, Sepucuk Puisi, Sejuta Cinta

Apakah yang kumiliki, Anak-anakku,
sehingga layak mendapat ucapan di hari ini,
bersama sebuket bunga, sepucuk puisi, dan sejuta cinta?

Karena diri ini tak lebih dari lelaki,
yang diamanahi menjadi seorang pengajar,
yang dianugerahi sedikit ilmu,
Tak lebih, tak lebih.

karena diri ini tak lebih dari lelaki yang khawatir,
ilmu yang keluar dari bibir ini salah,
laku yang tercipta dari diri ini keliru,
menghadirkan tauladan yang tak layak diteladani.

Continue reading